Deretan pemain lainnya seperti Teuku Rifnu Wikana, Kiki Narendra, dan Whani Darmawan turut memperkuat film ini.
Sutradara Bendolt menyebut Warung Pocong sebagai tontonan yang bisa dinikmati berbagai kalangan.
“Kami ingin membuat film horor yang tetap punya rasa seram, tapi ringan dan menghibur. Jadi penonton bisa tegang, tapi juga tertawa. Ini cocok untuk yang suka horor tapi tidak ingin pulang dengan perasaan terlalu berat.” jelas Bendolt
Sementara itu, Patricia Gunadi selaku Direktur Entelekey Media Indonesia. menyampaikan bahwa film ini menjadi langkah penting bagi rumah produksi tersebut.
“Sebagai film kedua kami, Warung Pocong menjadi langkah penting dalam perjalanan Entelekey Media Indonesia membangun katalog karya yang berkelanjutan. Film ini adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan cerita yang dekat dan relevan dengan penonton Indonesia. Kedepannya, Entelekey Media Indonesia akan terus membuka ruang kolaborasi dengan filmmaker dan talenta potensial, serta menghadirkan karya-karya dengan konsep segar sekaligus memperkuat ekosistem kreatif yang kami bangun.” tutur Patricia.
Dengan premis yang relatable, komedi yang organik, serta teror pocong yang. mengagetkan, Warung Pocong siap menjadi pilihan tontonan seru di bioskop mulai 9 April.
Tiga pemuda Jakarta: Kartono (Fajar Nugra), Agus (Sadana Agung), dan Makmur (Randhika Djamil), terjebak dalam masalah keuangan masing-masing, mulai dari utang, penipuan, hingga investasi bodong. Ketika seorang pria tua bernama Kusno (Whani Darmawan) menawarkan mereka kerja sebagai penjaga warung dengan gaji fantastis 50 juta per bulan, mereka pun menerimanya dan langsung dibawa ke desa terpencil bernama Lali Jiwo. Namun keanehan mulai terjadi saat mereka mengalami teror gaib. dari sosok pocong.






