Kolaborasi Dunia Usaha dan Puskesmas di Jakarta Utara Dorong Pencegahan Stunting Sejak Dini

Porosnusantara.co.id | Jakarta – Upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas gizi ibu dan anak terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Momentum Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 Tahun 2026 dimanfaatkan sebagai ruang sinergi antara fasilitas kesehatan dan dunia usaha dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Kegiatan peringatan HGN yang digelar oleh Puskesmas Kecamatan Cilincing dan didukung oleh Apical melalui unit bisnis PT Asianagro Agungjaya Marunda (PT AAJ) tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Sukapura, Kamis (29/1/2026). Acara ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kader kesehatan, ibu hamil, ibu balita, hingga pelajar.

General Affairs Department PT AAJ, Haristian, menyampaikan bahwa keterlibatan dunia usaha dalam program kesehatan masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Menurutnya, kolaborasi dengan puskesmas menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan stunting yang berkelanjutan.

“Program yang kami dukung mencakup edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, kelas ibu hamil dan ibu balita, hingga penguatan kapasitas kader posyandu dan skrining anemia pada remaja putri,” ujarnya.

Peringatan HGN 2026 mengusung tema “Optimalkan Gizi Balita Melalui Pangan Lokal untuk Fondasi Generasi Emas yang Sehat.” Kepala Puskesmas Kecamatan Cilincing, dr. Raden Achmad Sigit Mustika Adi, menegaskan bahwa pemenuhan gizi balita tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi menjadi investasi penting dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing.

Rangkaian kegiatan HGN tahun ini dirancang sebagai sarana edukasi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Sekitar 130 peserta mengikuti berbagai agenda, seperti lomba inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi kader kesehatan, lomba balita sehat usia 6–24 bulan, lomba konten edukasi gizi bagi pelajar SMP dan SMA, serta seminar kesehatan gizi balita.

Salah satu agenda utama adalah seminar gizi balita yang menghadirkan DR. dr. Than Shot Yen, M.Hum, dari Remanlay Institute. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa stunting merupakan kondisi yang dapat dicegah sejak awal kehidupan, khususnya melalui intervensi sejak masa kehamilan hingga pemenuhan gizi anak.

Penulis: RedaksiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *