Berdasarkan indikator tersebut, investasi di Papua diharapkan menghasilkan output
nyata, antara lain:
Output Utama: Peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertumbuhan ekonomi daerah, serta penguatan sektor industri tambang, jasa, listrik, dan perkebunan.
e Rincian Output Investasi:
1. Peningkatan realisasi investasi PMDN dan PMA.
2. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan stabil.
3. Penguatan sektor unggulan daerah.
4. Pengembangan infrastruktur fisik dan digitalisasi ekonomi. 5. Peningkatan kinerja keuangan daerah dan efisiensi fiskal.
Output tersebut menunjukkan bahwa investasi tidak hanya berdampak jangka
pendek, tetapi membangun fondasi ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan.
Target Investasi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Papua
Target utama investasi di Papua bukan semata pertumbuhan ekonomi, melainkan
peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan berkeadilan, dengan
Sasaran:
1. Meningkatnya kemandirian fiskal daerah.
2. Terciptanya masyarakat yang berdaya secara ekonomi dan produktif.
3. Terwujudnya pemerataan pembangunan antarwilayah, termasuk daerah terpencil dan provinsi baru.
4. Penguatan peran masyarakat lokal dan masyarakat adat (OAP) sebagai
pelaku utama pembangunan. 5. Terbangunnya model pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan pelestarian lingkungan dan nilai sosial budaya Papua. Indikator Keberhasilan Investasi di Papua Keberhasilan investasi di Papua diukur melalui indikator utama berikut: 1. Peningkatan realisasi investasi (PMDN/PMA) dengan target pertumbuhan sekitar 254 pada tahun 2026.
2. Pertumbuhan PDRB, khususnya peningkatan kontribusi sektor non-tambang.
3. Penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan produktivitas tenaga kerja.






