AI Harus Berpihak pada Rakyat, Nila Yani Tegaskan Teknologi Jangan Menekan Nelayan Kecil

“Teknologi yang sejati adalah teknologi yang membebaskan. Seperti ajaran Bung Karno, kemajuan harus berjalan seiring dengan keadilan sosial. AI perikanan harus membantu nelayan mengurangi risiko, menekan biaya bahan bakar, dan memastikan mereka pulang melaut dengan hasil yang lebih pasti,” katanya.

Dalam konteks Indonesia, Nila Yani menegaskan bahwa arah perjuangan kebijakan DPR RI Komisi VII bersama Fraksi PDI Perjuangan adalah memastikan negara memprioritaskan pengembangan fitur AI yang berdampak langsung bagi nelayan kecil. Di antaranya adalah sistem prediksi cuaca dan potensi tangkapan yang mudah dipahami, pencatatan hasil tangkapan yang sederhana dan tidak memberatkan, serta transparansi informasi pasar agar posisi tawar nelayan tidak terus melemah.

Ia juga mendorong peran aktif kalangan akademisi, khususnya IPB University, untuk menjadi mitra strategis negara dalam menyaring dan mengembangkan teknologi AI yang layak didorong melalui kebijakan dan anggaran negara.

“Keberhasilan AI di sektor perikanan bukan diukur dari seberapa canggih teknologinya, tetapi dari satu ukuran sederhana: apakah nelayan kecil hidupnya lebih aman, bebannya lebih ringan, dan masa depannya lebih pasti. Inilah makna negara hadir dan berjuang bersama rakyat,” pungkasnya.

Melalui momentum ini, Nila Yani berharap transformasi AI di sektor perikanan dapat menjadi bagian dari perjuangan panjang menuju ketahanan pangan nasional yang berdaulat, berkelanjutan, dan berpihak pada kekuatan pangan lokal.

Penulis: FadhillahEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *