Porosnusantara.co.id | JAKARTA — Tiga tersangka dalam klaster pertama perkara dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mendatangi Polda Metro Jaya pada Kamis (22/1/2026) untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari proses hukum yang tengah berjalan di kepolisian.
Ketiga tersangka yang diperiksa adalah Rustam Efendi, Rizal Fadhilah, dan Kurnia Tri Royani. Mereka hadir memenuhi panggilan penyidik didampingi kuasa hukum.
“Hari ini kami memenuhi panggilan dari penyidik Polda Metro Jaya kepada tiga klien kami di klaster pertama yakni pak Rustam Efendi, pak Rizal Fadhilah, dan ibu Kurnia Tri Royani,” kata kuasa hukum tersangka, Ahmad Khozinudin.
Khozinudin menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan karena ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam klaster pertama perkara tersebut.
“(Pemeriksaan) sehubungan dengan apa? Sehubungan dengan pemeriksaan sebagai tersangka di klaster pertama,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Roy Suryo, yang merupakan tersangka klaster kedua dalam kasus serupa, turut hadir di Polda Metro Jaya. Roy menyebut kehadirannya sebagai bentuk kebersamaan dan dukungan kepada para tersangka klaster pertama yang tengah menjalani pemeriksaan.
“Saya hadir di situ itu semata-mata karena saya ingin meneguhkan bahwa saya, kemudian Bang Rismon Sianipar dan juga Dokter Tifa, itu tetap bersama dengan tiga pejuang hari ini akan melakukan kewajibannya untuk menjawab undangan, atau menjawab panggilan dari Polda Metro Jaya untuk diminta keterangannya,” ucap Roy.
Roy juga menyinggung soal dua nama lain, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, yang sebelumnya berstatus tersangka namun kemudian dilepaskan melalui mekanisme restorative justice. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalani proses hukum.
“Dari awal, dari sini kita mulai, dari sini pula kita harus mengakhiri. Jangan ada yang lari dari tanggung jawab. Jadi artinya, kalau ada seseorang yang kemudian tidak seperti nakhoda, nakhoda kapal, itu kan seharusnya berada di kapal sampai kapalnya tenggelam, bukan kemudian terjun ke laut sendiri atau bahkan diselamatkan atau menyelamatkan diri sendiri,” ujarnya.
Roy berharap pemeriksaan terhadap ketiga tersangka klaster pertama tersebut dapat berlangsung lancar dan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan.
“Saya tentu saja akan ikut mendukung dan membersamai dari hari yang paling dalam, dan semangat yang paling kuat kita tetap bersama,” ucapnya.






