Anastasya Putrian Khaira, Hafizhah Qur’an Bersanad yang Melangkah ke Top 10 Beauty Muslimah Indonesia Jakarta

Anastasya Putrian Khaira, Sumber : Dokumentasi BMI Jakarta

Porosnusantara.co.id — Nama Anastasya Khaira kian menguat sebagai representasi muslimah muda inspiratif yang memadukan keilmuan Al-Qur’an, pendidikan, dan peran sosial. Hafizhah Al-Qur’an kelahiran 2005 ini dikenal sebagai pemegang sanad Al-Qur’an Riwayat Hafsh ‘an ‘Ashim dan Mutun Tajwid, serta perawi pertama sanad Kitab Ushul Asy Syarah Sughro karya Syaikh Abu Al-Jazari, sebuah capaian yang tidak banyak dimiliki generasi muda seusianya.

Tak hanya mengukir prestasi dalam bidang tahfidz, Anastasya juga aktif sebagai pengajar Al-Qur’an dalam dan luar negeri, dengan sertifikasi nasional yang diakui, serta kerap menjadi pemateri kajian Qur’ani di berbagai forum dakwah dan pendidikan muslimah. Kiprahnya menunjukkan bahwa penghafal Al-Qur’an tidak hanya berhenti pada hafalan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Komitmennya dalam dunia pendidikan diwujudkan melalui pendirian lembaga pembinaan Qur’an yang kini resmi bertransformasi dengan nama Nasyarah Academy. Lembaga ini hadir sebagai ruang pembinaan generasi Qur’ani yang berfokus pada tahfidz, pemahaman Al-Qur’an, serta pembentukan karakter muslimah yang berilmu dan berdaya.

Melalui Nasyarah Academy, Anastasya berupaya menghadirkan pendekatan Al-Qur’an yang relevan, membumi, dan menyentuh kebutuhan generasi muda.

Di sisi lain, Anastasya juga dikenal sebagai penulis buku “Penghafal Al-Qur’an Juga Manusia”, sebuah karya reflektif yang mengangkat sisi humanis para penghafal Qur’an. Buku ini menjadi penguat branding dirinya sebagai sosok yang tidak hanya berbicara tentang prestasi, tetapi juga proses, perjuangan, dan kejujuran dalam meniti jalan Al-Qur’an.

Prestasi akademiknya pun tak kalah mencuri perhatian. Saat ini, Anastasya tengah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Adhyaksa dengan IPK 4.00, sekaligus menjadi penerima beasiswa prestasi. Ia membuktikan bahwa kesungguhan dalam menjaga Al-Qur’an dapat berjalan beriringan dengan capaian akademik yang gemilang.

Konsistensi prestasi dan kontribusi tersebut mengantarkan Anastasya Khaira masuk sebagai Top 10 Finalis Beauty Muslimah Indonesia (BMI) Jakarta. Ajang ini tidak semata menilai penampilan, tetapi juga mengedepankan kecerdasan, akhlak, kontribusi sosial, dan nilai keislaman. Kehadiran Anastasya di jajaran finalis mempertegas citra muslimah yang cantik dalam adab, kuat dalam ilmu, dan nyata dalam karya.

Dengan rekam jejak sebagai hafizhah bersanad, pendidik Qur’an, pendiri Nasyarah Academy, penulis, serta finalis Beauty Muslimah Indonesia Jakarta, Anastasya Khaira menjadi figur muslimah muda yang membawa pesan bahwa Al-Qur’an adalah sumber kekuatan utama dalam membangun prestasi, integritas, dan pengaruh positif di ruang publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *