“Hestu, Akbar, Nisa, dan Kotrek hadir yang dekat dengan keseharian kita, sebagai pengingat bahwa seseram dan sesulit apapun hidup yang sedang kita jalani, selalu ada celah untuk tertawa dan merasa bahagia.
Penonton akan diajak tertawa, lalu tegang, lalu tertawa lagi. Intinya, film ini mengajak kita bersama-sama menertawakan teror”, ungkap Fajar.
Kehadiran Angga Yunanda dan Adit Mulyanto sebagai saudara kembar dalam Sebelum Dijemput Nenek menjadi salah satu daya tarik utama film ini.
Untuk pertama kalinya, Angga menjajal genre hororkomedi, sekaligus dipasangkan sebagai saudara kembar dengan Dodit Mulyanto, komedian yang dikenal dengan gaya humor spontan dan karakter yang membumi.
Pertemuan dua latar belakang akting yang berbeda ini melahirkan dinamika unik di layar, Hestu yang dingin, menyimpan amarah, berhadapan dengan Akbar yang lugu, polos, dan sangat dekat dengan Nenek.
Film ini diproduksi oleh Rapi Films yang telah lama dikenal sebagai pionir film bergenre horor-komedi di Indonesia, jauh sebelum genre ini marak di industri film Indonesia, melalui judul-judul seperti Hangout yang berhasil meraih lebih dari 2,7 juta penonton dan Reuni Z.
Rapi Films konsisten mengeksplorasi horor yang berakar pada budaya dan keseharian masyarakat Indonesia.
Jangan lewatkan
Sebelum Dijemput Nenek di bioskop mulai 22 Januari 2025. Ikuti terus informasi terbaru melalui kanal media sosial Rapi Films atau hubungi tim publisis Sebelum dijemput Nenek.






