PDI Perjuangan menilai, tanpa koreksi ideologis yang tajam dan keberanian untuk “menasionalisasi arah kebijakan”, ekonomi Indonesia akan terjebak dalam dualisme: antara semangat kemandirian dan ketergantungan kapital.
“Prabowo perlu memfokuskan program prioritasnya sambil merevisi program-program warisan Jokowi yang inefisien,” kata Andreas.
Menuju Kedaulatan Baru: Politik Bung Karno, Ekonomi Sumitronomic
Dari geopolitik hingga ekonomi, satu hal menjadi jelas: pemerintahan Prabowo-Gibran tengah berusaha merumuskan identitas nasional baru, sebuah Indonesia Raya yang kuat dalam politik luar negeri, namun juga kokoh dalam ekonomi rakyatnya.
Geopolitik Bung Karno memberi arah moral; Sumitronomic memberi pijakan ekonomi. Keduanya berpadu dalam gagasan besar membangun Negara Berkedaulatan Ganda: berdaulat secara politik dan berdikari secara ekonomi.
Dalam pandangan, ini bukan sekadar evaluasi teknis pemerintahan, melainkan pertarungan ideologis antara kapital global dan marhaenisme nasional. Pertarungan untuk menentukan apakah Indonesia akan menjadi bangsa pengikut arus, atau pemimpin dunia baru yang berdiri di atas kesadarannya sendiri.(Axnes).






