Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan 16 Pimpinan Ormas Islam di Bogor, Bahas Demo hingga Persatuan

Potret pertemuan di Hambalang Bogor

Porosnusantara.id — Jakarta | Presiden RI Prabowo Subianto mengundang 16 pimpinan ormas Islam ke kediamannya di Hambalang, Bogor, Sabtu malam (30/8/2025).

Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam itu digelar secara tertutup dan dihadiri pula oleh Kepala BIN, menjadikan forum tersebut strategis di tengah situasi pascademonstrasi 28 Agustus yang berujung kericuhan.

Dalam dialog tersebut, Prabowo duduk bersama para tokoh dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad, hingga organisasi pelajar Islam Indonesia. Para pimpinan ormas hadir untuk memberikan pandangan sekaligus mencari jalan terbaik menjaga ketertiban umum.

Pernyataan oleh 16 ormas mengenai keadaan indonesia sekarang

Presiden menekankan pentingnya peran ormas Islam dalam meredam gejolak sosial dan mencegah masyarakat terprovokasi oleh isu-isu liar. Menurut sumber yang hadir, pertemuan membahas sejumlah poin krusial, mulai dari evaluasi penanganan aksi unjuk rasa, seruan menjaga persatuan, hingga kesepakatan membangun komunikasi lebih erat antara pemerintah dan ormas.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut pertemuan itu sebagai ajakan Presiden untuk memperkuat sinergi demi kedamaian.

“Kami semua memiliki tanggung jawab menjaga masyarakat agar tetap tenang,” ujarnya usai pertemuan. Hal senada juga diungkapkan perwakilan Muhammadiyah yang menegaskan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah menurunkan tensi politik.

Pertemuan yang berlangsung hingga menjelang tengah malam tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk bekerja sama menjaga kondusifitas, serta menjadi pintu awal bagi agenda dialog lanjutan antara Presiden dan pimpinan ormas di Istana Negara.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah tidak hanya mengedepankan pendekatan keamanan, tetapi juga merangkul kekuatan masyarakat sipil untuk memastikan stabilitas nasional tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *