Pulau Bidadari, berdasarkan kajian kesesuaian habitat terkini oleh BKSDA Jakarta, dinilai masih mendukung sebagai habitat penyu sisik untuk bertelur dan tumbuh. Pulau Bidadari memiliki lebar pantai rata-rata 18,46 meter dengan kemiringan pantai kurang lebih 5,8” yang sesuai untuk aktivitas peneluran. Habitat ini juga menyediakan pasir dengan tekstur baik, kadar air yang ideal, dan predasi yang masih dalam batas normal.
Pelepasliaran tukik penyu sisik akan menjadi momentum upaya pelestarian dengan harapan menjaga dan menambah populasi penyu sisik di perairan sekitar Pulau Bidadari. Sebelum pelepasliaran, dilakukan pengarahan tata cara pelepasliaran tukik agar proses konservasi berjalan sesuai prosedur dan memberikan dampak positif bagi kelestarian penyu. Salah satu ancaman utama penyu sisik adalah predator alami seperti biawak yang dapat memangsa telur dan tukik.
Selain berperan penting dalam ekosistem laut, penyu sisik juga menjadi indikator kesehatan lingkungan pesisir dan laut, sehingga upaya konservasi penyu sisik berdampak positif bagi keberlanjutan ekosistem secara keseluruhan.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto mengatakan “PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk sangat bangga dapat mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan pelepasliaran tukik penyu sisik di Pulau Bidadari ini. Kegiatan ini merupakan langkah nyata kami dalam menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati laut, khususnya penyu sisik yang merupakan salah satu spesies yang sangat terancam punah. Melalui program konservasi ini, kami berharap tidak hanya membantu meningkatkan populasi penyu sisik secara langsung, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan laut agar tetap lestari. Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya konservasi dan berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk turut aktif dalam pelestarian alam dan satwa liar di Indonesia.”






