Porosnusantara.co.id- Jakarta, 19 Agustus 2025 | Polemik kenaikan gaji DPR RI kembali menuai sorotan publik. Setelah sidang paripurna yang digelar pada 15 Agustus lalu, sejumlah anggota dewan terlihat bergembira hingga menari-nari saat membahas kenaikan gaji. Momen ini langsung menuai kritik, termasuk dari Koordinator Indonesia Cerah, Febriwahyuni atau yang akrab disapa Unie Ebby.
Dalam wawancara bersama pewarta, Pak Fadhillah menanyakan pandangan Indonesia Cerah mengenai sikap anggota dewan yang dianggap tidak peka terhadap kondisi rakyat.
“Iya, itu kan menunjukkan tidak adanya rasa empati dari pemerintah, khususnya anggota dewan. Padahal di hari yang sama, di tempat yang sama, Presiden sudah menyampaikan pidato bahwa beliau akan menindak para kabinet ataupun kader partai yang tidak memprioritaskan kepentingan rakyat. Apalagi kalau sampai korupsi, Presiden menegaskan itu akan disikapi dengan tegas,” ungkap Unie Ebby.
Ia juga menyoroti respons Wakil Presiden saat itu yang tampak menunjukkan ketidaksetujuan atas ekspresi para anggota dewan.
“Di hari itu, malah anggota dewan tidak punya rasa empati terhadap rakyat. Itu memancing mimik muka dari Wakil Presiden yang jelas memperlihatkan ketidaksepakatannya. Jadi, kami percayakan kepada Presiden dan Wakil Presiden yang sudah pasti mengantongi nama orang-orang yang tidak patuh pada konstitusi serta tidak memprioritaskan rakyat. Tugas kita sebagai masyarakat adalah mengawal bersama supaya program Presiden bisa benar-benar terlaksana dengan baik,” tegasnya.
Ketika ditanya lebih lanjut oleh Pak Fadhillah mengenai sikap Indonesia Cerah terkait kenaikan tunjangan dan gaji anggota DPR, Unie Ebby dengan tegas menyatakan:
“Tidak. Indonesia Cerah tidak sepakat dengan kebijakan tersebut.”
Pernyataan ini semakin menambah daftar kritik terhadap DPR RI yang dinilai abai terhadap kondisi masyarakat, apalagi di tengah isu ekonomi yang masih dihadapi rakyat kecil.






