Massa Luka-Luka
Kericuhan juga menyebabkan korban luka. Seorang pemuda asal Ciputat mengalami pendarahan di kepala akibat terkena lemparan batu saat bentrokan di depan gerbang utama DPR. Sementara itu, seorang demonstran lain mengalami dislokasi tangan. Kedua korban segera dievakuasi dan mendapat perawatan medis di ambulans dengan bantuan relawan dan personel TNI.
Reaksi DPR
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menanggapi aksi ini dengan mengimbau masyarakat tetap saling menghormati dalam menyampaikan aspirasi.
“Kami juga di DPR akan menampung semua aspirasi. Semua masukan itu kita sama-sama bicarakan demi memperbaiki kinerja DPR,” kata Puan usai menghadiri acara di Istana Negara.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR, Aria Bima, meminta aparat kepolisian tidak bersikap represif. “Kami harapkan aparat tidak represif sehingga suasana lebih kondusif. Lakukan cara-cara persuasif,” ujarnya.
“Revolusi Rakyat Indonesia”
Unjuk rasa 25 Agustus 2025 ini sebelumnya telah ramai disuarakan di media sosial dengan tajuk “Revolusi Rakyat Indonesia”. Tuntutan utama yang disuarakan adalah pembubaran DPR dan penolakan gaji serta tunjangan fantastis para wakil rakyat di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang melemah.
Hingga Senin sore, situasi di sekitar gedung DPR masih dijaga ketat aparat kepolisian dan TNI, sementara massa terus dipukul mundur menjauhi kawasan Gatot Subroto.






