Banyuwangi – PorosNusantara.co.id | Buntut dari perseteruan PGRI Banyuwangi Kubu Unifah Rosyidi melawan Kubu Teguh Sumarno yang akhir-akhir ini semakin meruncing. Masyarakat Peduli Pendidikan yang biasa di kenal MASPENDIK Mendesak ke-dua kubu untuk segera duduk bersama agar tidak semakin menjatuhkan Marwah Guru di mata masyarakat.
Yoga Yuliarto Ketua Umum MASPENDIK kawatir, apabila perseteruan yang terjadi saat ini terus berlanjut, maka akan berakibat tidak baik terhadap Dunia pendidikan khususnya Dunia pendidikan yang ada di kabupaten Banyuwangi.
Saat di temui di kantornya Yoga menyampaikan bahwa tidak seharusnya perseteruan antara Ketua PGRI Banyuwangi Kubu Unifah Rosyidi dengan Ketua PGRI Banyuwangi Kubu Teguh Sumarno tidak seharusnya terjadi, dikarenakan semua belum berhak mengklaim siapa yang sah dan layak untuk menjadi ketua PGRI Banyuwangi. Tidak hanya itu, Yoga meminta supaya masing-masing pihak bisa menahan diri dan menghormati proses peradilan yang masih berjalan.
“Perseteruan Ke-dua Ketua PGRI Banyuwangi seharusnya tidak boleh terjadi, seharusnya masing-masing pihak bisa menahan diri, apalagi kan masih dalam proses peradilan, baiknya di hormati dan di hargai proses peradilan nya. Sebagai Pemerhati Pendidikan saya khawatir apabila hal ini terus terjadi akan membuat citra nama baik guru jelek di mata masyarakat wong guru kok gegeran kan gak pantes, juga tidak ingin gara-gara hal yang gak penting itu, dunia pendidikan Banyuwangi terkena dampak negatifnya”, ucap Yoga Kamis 31 Juli 2025.
Sementara Ketua Harian MASPENDIK Mr.Azmi berpesan agar kepala Dinas Pendidikan kabupaten Banyuwangi selaku pembina PGRI dan para pihak yang ada kaitannya Dengan PGRI untuk secepatnya turun tangan mencari solusi agar segera bisa meredam perselisihan yang terjadi.






