Jonathan HM, selaku produser eksekutif, mengungkapkan bahwa poster resmi Arwah bukan hanya sekadar materi promosi, tapi juga mencerminkan kekuatan cerita filmnya
“Kekuatan utama Arwah tidak hanya terletak pada sosok hantunya yang mencekam, tetapi juga pada lapisan misteri yang perlahan terungkap di balik teror yang menghantui. Semua itu tercermin dalam posternya yang penuh simbol, misteri, dan tanda tanya” jelas Jonathan.
Melengkapi pernyataan sang produser, sutradara Arwah Ivan Bandhito mengungkapkan bahwa film ini tidak hanya menjawab tantangan dalam menyuguhkan teror, tetapi juga merespons perkembangan arah genre horor di Indonesia saat ini.
“Gempuran pasar global industry film di tanah air, khususnya film bergenre horror yang identik dengan settingan dusun dan balutan agama sebagai identitas moral, merupakan hal yang tidak mudah untuk mencari sesuatu yang baru. Namun saya percaya bahwa dalam genre film apapun pasti memiliki sub dengan gaya yang berbeda-beda, hingga pemahaman tentang sebuah genre film tidak sempit” papar Ivan.
Ivan juga menyoroti bahwa Arwah mencoba menjelajahi spektrum luas dalam genre horor, yang tak melulu soal rasa takut, tapi juga bagaimana ketegangan dibangun lewat pendekatan yang lain.
“Seperti yang kita ketahui bahwa dalam genre horror pun banyak yang menggunakan sub bagian seperti horror komedi, horror romance, horror thriller, horror psikologi dll. Cerita Sofi mengajak penonton untuk masuk ke dalam sebuah peristiwa baka yang mana nalar serta logika perlu digunakan untuk menikmatinya.” tambahnya.
Sementara itu, dari sisi pemain, Sarah Beatrix menyebutkan bahwa dirinya banyak menemukan kesamaan dengan karakter Sofi yang ia mainkan. “Sofi itu sosok yang cukup introvert dan pendiam, saya merasa banyak bagian dari dirinya yang mirip dengan saya. Ini membantu saya lebih mudah masuk ke dalam karakternya dan membawakan emosinya lebih mudah” ungkap Sarah.






