Hanya sebentar NIkman Karim menyambut aksi Damai Wartawan dari berbagai organisasi, PJS, AWPI, IWO, PPRI, PWRI, KWRI, LPRI, dan sejumlah LSM serta Oermas seperti Bara-JP. Ketua DPRD Way Kanan, Nikman Karim usai berbisik dengan Ketua DPC PJS Way Kanan, Hermansyah, Kembali ke dalam melanjutkan sidang peripurna.
Dalam orasinya, Ketua DPC PJS Waykanan, Hermansyah mengatakan, kedatangan para wartawan ke Gedung DPRD untuk melihat, mendengar prestasi apa yang telah diperbuat Masda Yulita.
“Kita mau dengar dari unsur pimpinan dewan dan anggotanya, apa prestasi Masda Yulita sebagai anggota DPRD Way Kanan, sudah adakah. Selama ini belum pernah kami dengar,” katanya.
Jika, kata Hermansyah, anggota DPRD tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat, seharusnya banyak belajar etika. “Apa pantas dia (Masda Yulita,RED) jadi Wakil Rakyat,” tanya herman kepada pengunjuk rasa, seraya dijawab dengan perkataan ‘Tidaaaaak’.
Menurutnya, kalau anggota DPRD bekerja didasari dan dilindungi undang-undang, begitu juga wartawan, ada undang-undang yang menaunginya.
“Coba bapak-bapak Pol PP, tahu ga undang-undang yang melindungi wartawan itu, nomor berapa,” tanya herman, yang sepontan dijawab oleh pengunjuk rasa, nomor 40 tahun 1999.
Orasi yang dilakukan bergantian itu, disampaikan dengan berapi-api oleh para ketua-ketua organisasi wartawan, dan perwakilan media serta Sekretaris DPC PJS Way Kanan, Warseno.
Setelah hampir 1,5 jam para awak media itu berorasi, yang disampaikan, Medi (Ketua AWPI), Firman (Media Kabar Wayka), Indra Pukuk (Ketua FPII), Sarkoni (Anggota PJS), Epan (Media Mitra Mabes), Sam’un dan ketua organisasi wartawan lainnya, tak lama Ketua DPRD Way Kanan, didampingi Ketua Fraksi Gerindra, Adinata dan anggota DPRD lain, menemui pendemo, dan mengajak keruangan untuk berdialog.






