Refleksi Empat Tahun Bupati dan Wakil Bupati Wajo Akan Digelar di Kawasan RTH Callaccu

 
 

Selain itu, lanjut Amran Mahmud, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo intens melakukan pendampingan ke pelaku UMKM, baik yang sudah lama maupun baru.

“Kita juga terus mengupayakan bantuan, baik bersumber dari APBD maupun APBN. Termasuk bantuan ke tenaga kerja mandiri melalui kelompok usaha. Kita berharap dengan pengembangan wirausaha akan mendukung pertumbuhan perekonomian sehingga masyarakat Wajo bisa maju dan sejahtera,” tuturnya.

 

Bukan hanya itu saja, duet yang menggunakan akronim PAMMASE (Pasangan Amran Mahmud-Amran SE), juga berhasil mengantarkan Wajo menjadi langganan penerima penghargaan nasional maupun provinsi.

Begitu pun, sektor lainnya, seperti pertanian, peternakan, perikanan juga mengalami peningkatan drastis. Seperti produksi padi, bahkan menghampiri 1 juta ton di akhir 2022. Tertinggi di Wajo selama ini. Termasuk populasi ternak sapi, terbanyak kedua di Sulsel.

Pemerintahah yang akuntabel, transparan juga nampak dari hasil penilaian pusat. Di antaranya reformasi birokrasi berjalan baik dan menjadi salah satu percontohan di Indonesia, serta mampu membawa Wajo meraih predikat opini WTP dari BPK tiga kali berturut-turut.

Di bidang pengembangan pendidikan keagamaan, lagi-lagi Wajo jadi salah satu percontohan di Sulsel. Bahkan pondok tahfidz sudah menghampiri 80 pondok di Wajo, dan kurang lebih 3.500 anak sedang menghafal Al-Qur’an.

Hal lainnya, yakni di empat tahun duo Amran, Wajo tak miliki lagi desa dengan status tertinggal. Berbeda di awal kepemimpinannya, masih ada puluhan desa yang dinilai pusat sebagai desa tertinggal. Sebagian desa saat ini kategori mandiri dan berkembang.

Bidang lainnya, juga tak kalah menggembirakan. Ini berdasar dari penilaian dan indikator keberhasilan, serta data resmi. Sekaligus menegaskan jika di kepemimpinan duo Amran, Wajo makin berkembang dan diperhitungkan.(Dahliah)

 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *