Bupati Wajo Letakkan Batu Pertama Program Kotaku di Dua Kelurahan, Aspirasi AIA

Amran Mahmud berharap dengan pembenahan infrastruktur yang turut didukung melalui program Kotaku ini dapat menjadi magnet untuk menarik masyarakat berkunjung ke Wajo.

Khusus untuk wilayah Atakkae, Amran Mahmud meminta kepada perangkat daerah terkait agar selama dua tahun ini bisa menata jalanan, khususnya akses rumah adat serta penerangannya. “Jika tidak ada halangan, Kawasan Rumah Adat Atakkae akan ditangani secara profesional sehingga kita berharap kawasan ini akan menjadi salah satu destinasi kunjungan wisata,” tutur Ketua ICMI Wajo ini.

Amran Mahmud pun meminta dukungan semua pihak, khususnya perangkat daerah terkait untuk aktif mengawal program ini. Selain itu, juga kepada masyarakat agar pelaksanaan program bisa berjalan dengan baik. “Semoga jika sudah selesai dibangun nantinya, bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Mari kita berdoa agar tidak ada lagi kejadian luar biasa seperti Covid-19 ini agar penganggaran dan aktivitas kita bisa normal kembali,” harapnya.

Peletakan batu pertama dihadiri Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Wajo, Andi Aso Ashari, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Andi Muhammad Baso Iqbal, masing-masing lurah bersama jajaran dan tokoh masyarakat setempat serta undangan lainnya.

Sebelumnya, Selasa (9/8/2022), Amran Mahmud telah mendampingi AIA meninjau pembangunan pengendalian banjir Sungai Walannae-Cenranae di Desa Ujung Pero, Kecamatan Sabbangparu, pelaksanaan jalan nasional di Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, bahkan hingga malam hari di Desa Balielo Kecamatan Bola.

Pada 2021 lalu, program Kotaku dilaksanakan di Kelurahan Wiringpalennae, Kecamatan Tempe, yang pengerjaannya selesai pada pengujung tahun. Deretan fasilitas umum terbangun menggunakan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) tahun anggaran 2021 senilai Rp1 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *