5. Pakan ternak buatan pabrik tidak tersedia secara lokal sehingga harganya mahal;
6. Kualitas produk yang rendah (susu, daging, padi, sayur dll) dan tercemar bahan residu kimia (organophospate);
7. Berkurangnya lahan pertanian karena alih fungsi menjadi lahan non pertanian (industri, pemukiman dll);
8. Terjadinya krisis regenerasi petani .
Manfaat Mikroba Alfaafa (MA-11) sebagai Biofertilizer telah dirasakan oleh masyarakat petani, pekebun , peternak dan perikanan. Beberapa manfaat yang secara terukur bisa diperoleh dari pemakaian biofertilizer MA-11 adalah sebagai berikut:
1. Mampu menekan biaya produksi hingga 50 % atau lebih;
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen hingga 200 % atau lebih;
3. Memberikan keuntungan turunan (mulitiplier effect) secara ekonomi;
4. Memastikan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan
5. Menghasilkan komoditas pertanian yang tahan terhadap iklim ekstrim akibat perubahan iklim global.
Cara kerja Ilmu Total Organik MA-11 selalu berhasil dengan baik karena menggunakan 5 Standard & Asesmen mulai dari :
1. Manajemen kandang yang menghasilkan standar kwalitas limbah cair (min 10.000 uS/cm) dan padat (min 2000 uS/cm.
2. Proses decomposting limbah padat menjadi Superbokashi (min 4000 uS/cm) dan limbah cair menjadi Biofarm (min 15.000 uS/cm)
3. Treatmen tanah dengan tujuan membentuk imunitas tanah dengan standar populasi mikroba min 100 juta/ gram tanah.
4. Pemberian pupuk dasar tanah pada masa vegetative dengan standar hara tanah min 1000 uS/cm
5. Pemberian pupuk dasar susulan pada masa generative dengan standar hara tanah min 2000 uS/cm
Untuk menjalankan Total Organik MA-11 Yayasan ANSA sudah siapakan Teknologi Mutahir 4.0 untuk mempermudah target kerja secara terukur dan terkontrol :






