Lepas Mahasiswa Institut Lamaddukelleng, Bupati Wajo : Beri Contoh dan Kesan Positif Kepada Masyarakat

Amran Mahmud pun menyampaikan terima kasih kepada Institut Lamaddukelleng atas pelaksanaan KKLP tersebut. Juga mengucapkan selamat melaksanakan KKLP kepada para mahasiswa.

“Saya juga menyampaikan selamat atas perubahan status Sekolah Tinggi Ilmu Hukum dan Ilmu Ekonomi Lamaddukelleng menjadi Institut Lamaddukelleng. Tentu akan semakin mengembangkan sayap melalui penciptaan prodi lainnya, yang diharapakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi ‘cambuk’ untuk ke depannya menjadi Universitas,” harapnya.

Plt. Rektor Institut Lamaddukelleng, Ismail Ali menyampaikan bahwa KKLP merupakan kegiatan akademik yang juga sekaligus menjadi kegiatan intrakurikuler yang ada di dalam kurikulum Institut Lamaddukkelleng, sebagai implementasi dari tri dharma perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.

 

“Kita hadir bukan untuk menggurui, tetapi menjadi motivator kepada masyarakat dengan tetap memperhatikan sikap, serta beradaptasi dengan lingkungan tempat KKLP masing-masing. Kita berharap KKLP tahun ini bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.

Ismail Ali juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Wajo atas dukungan dan supportnya untuk pelaksanaan kegiatan ini. “Ketika kami meminta izin dan mengajukan rekomendasi penempatan lokasi KKLP, Bapak Bupati tanpa banyak komentar langsung memberika rekomendasi,” ungkapnya.

Ketua Panitia, Nurman Dai Basri, menjelaskan bahwa sebanyak 80 orang mahasiswa Institut Lamaddukelleng angkatan I tahun akademi 2022/2023 ini akan melaksanakan KKLP di 12 Desa di Kecamatan Pammana dan Kecamatan Sabbangparu. “Kita berharap agar kehadiran mahasiswa kami selama sekitar 1 bulan akan memberikan manfaat , khususnya di wilayah KKLP mereka,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *