2 TERDAKWA PELAKU PENGERUSAKAN DI DESA LEMPA DITUNTUT 1 TAHUN PENJARA

  • Bagikan

PorosNusantara.Co.Id WAJO-SulSel || Pada Pesidangan Tuntutan Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Kejaksaan Negeri Wajo di Pengadilan Negeri Sengkang, Selasa 05 Juli 2022 berjalan sesuai Jadwal yang sudah ditentukan oleh Majelis Hakim PN Sengkang, Nampak Hakim Ketua A.Nur Haswah.SH, Hakim Anggota Ahmadi Ali, SH, dan Hakim Anggota Hj. Aisyiah Adama.SH.MH, JPU Ardiansya. SH diwakili dan terdakwa inisial Rs dan Id didampingi oleh Penasehat Hukumnya Wahyudin.SH.

Pembacaan Tuntutan Jaksa, bahwa kedua Terdakwa Rs. Dan Id terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan Perbuatan melawan Hukum yakni melakukan Pengerusakan di Laringgi Desa Lempa Kecamatan Pammana Kab. Wajo Provinsi Sulawesi selatan dan melanggar pasal 406 KUHP , dan dituntut 1 ( satu ) tahun Penjara potong tahanan, demikian tuntutan Jaksa.

Pantauan awak media Porosnusantara.Co.id Jalannya Persidangan Tuntutan lancar dan aman berlansung hanya sekitar 25 menit, Kemudian Hakim Ketua A.Nur Haswah.SH, sebelum menutup Sidang menjadwalkan agenda Persidangan Pembelaan oleh Penasehat Hukum terdakwa Rs. dan Id besok hari rabu 6 Juli 2022, dan diluar gedung PN Sengkang kedua terdakwa Rs dan Id hanya ketawa ketawa meninggalkan PN Sengkang dan terdakwa Rs melontarkan kata kata yang bermakna seakan akan tidak takut, namun tidak diketahui maksudnya.

Seusai Sidang Tuntutan H. Agustan yang didampingi Istrinya, mengatakan sedikit Kecewa atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum, ( JPU ) Kejaksaan negeri wajo Ardiansya.SH, yang hanya menuntut 1 ( Satu ) tahun Penjara dan Potong tahanan, karena dari pasal yang diterapkan Penyidik reserse Unit Tahbang Polres Wajo adalah Pasal 170 dan Pasal 406 KUHP namun yang dipergunakan JPU menuntut terdakwa hanya Pasal 406 sehingga tuntutannya ringan.

Namun Saya masih menyadari ini belum Final kan masih Tuntutan JPU ya nanti kita lihat Pertimbangan majelis Hakim, apakah sependapat kedua APH yakni Kepolisian dan Kejaksaan yang telah bersusah payah memperoses Kasus ini akhirnya sampai di PN Sengkang, apalagi masih ada laporan saya di Polres Wajo dengan kasus yang sama namun perbuatan beda kalau yang disidang ini hanya pengerusakan 20 pohon Kelapa memakai mesin Sensong dengan kerugian ditaksir hanya Rp. 10 juta sedangkan Pengerusakan yang kedua (Pengrusakan susulan) yang saya laporkan di Polres Wajo Pengerusakan semua tanaman yang ada diatas tanah saya baik Pohon Pisang pohon kayu kayuan dan 5054 meter tanah saya digusur memakai alat berat ( Loader ) inikan merubah bentuk lokasi atau tanah milik saya ditaksir kerugian ratusan juta rupiah

Selanjutnya menyimak kesaksian Hj. Jusnawati selaku Saksi A de Charge pada kasus ini, beliu dengan jelas mengaku kalau dia menyuruh terdakwa Id menebang Pohon kelapa diatas tanah saya,juga mengakui bersepakat terdakwa Rs jual beli tanah saya dengan harga Rp. 200 juta namun baru menerima Panjar Rp. 10 juta kira kira pada bulan Februari 2021 dan pastimi saya libatkan nanti pada proses pelaporan kedua saya, ini sudah Fakta persidangan “ sekali lagi menyuruh orang melakukan Pengerusakan dilokasi saya dan terjadi kesepakatan jual beli atas tanah milik saya berarti perbuatan melawan Hukum “ karena apapun bentuknya Negara mengakui kalau Tanah yang dipersengketakan adalah milik saya ( H. Agustan )

Satu lagi yang ingin saya Kemukaan bahwa barusan saya lihat ada orang sudah tersangka malah sudah terdakwa belum merasakan namanya tahananm baik dikepolisian tidak pernah ditahan begitu juga di kejaksaan juga tidak pernah ditahan, Pertanyaannya apakah ? memang dinegara kita ini Republik Indonesia ada klasifikasi pelanggaran Hukum bisa tidak ditahan, kaena saya khwatir nanti ini setelah Putusan atau divonis oleh Majelis Hakim Pasti lakukan upaya Hukum Banding berarti tidak lagi ditahan karena belum berkekuatan Hukum tetap, kalau ini terjadi berarti pelanggar Hukum tidak ada efek jerah, dan semua pelanggar hukum juga memita seperti itu.Tegasnya didepan awak media Porosnusantara.Co.Id ( Marsose/Dahliah )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *