“Jadi PNS Kementerian PUPR bukan leha-leha (Santai), tetapi justru lebih keras lagi menghadapi tugas-tugas ke depan. Saya yakin dan saya sangat berharap dengan pelatihan Bela Negara di Pusdiklatpassus akan ada yang melekat dan bawa pulang, bawa ke kantor untuk melaksanakan tugas keseharian kedepan. Kedisiplinan bukan hanya saat latihan, kedisiplinan, militansi, keteraturan, nasionalisme harus Anda bawa dalam tugas ke depan,” tutur Menteri Basuki.

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayjen TNI Iwan Setiawan menyampaikan ucapan Terima kasih kepada Kementerian PUPR atas kepercayaannya dalam membina CPNS Formasi Tahun 2021 dalam kegiatan Bela Negara. Pendidikan dan pelatihan yang sudah didapat di Pusdiklat Kopassus diharapkan dapat dibawa di manapun dalam bertugas.
“Yakin dan percaya dengan niat yang tulus, dengan keikhlasan, dengan pengabdian, dengan pengorbanan saudara akan bisa membawa Kementerian PUPR lebih baik lagi untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” kata Danjen Kopassus Mayjen TNI Iwan Setiawan.
Pelatihan Bela Negara dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR yang diikuti oleh 519 CPNS Formasi Tahun 2021 selama 15 hari yang terdiri dari 2 gelombang (batch), yakni Batch 1 pada 11 hingga 25 Mei 2022 dan Batch 2 pada 25 Mei hingga 8 Juni 2022. Pada acara seremoni penutupan Bela Negara Batch 1 juga diisi dengan kegiatan demonstrasi ketangkasan oleh para CPNS Formasi 2021 seperti kalisteknik, peraturan baris berbaris, bela diri militer, mountaineering, bongkar pasang senjata, lempar pisau dan kapak serta pematahan besi dragon dan hebel. Pada kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga mempraktektan demonstrasi ketangkasan lempar pisau dan mematahkan hebel.






