Kompensasinya, imbuh Herry, sesungguhnya ini dalam bentuk bantuan social pangan, namun Pak Presiden menyebutnya BLT minyak goreng, penggunaannya nanti untuk pangan, tidak berarti penggunaannya harus menjadi minyak goreng saja, tergantung kebutuhan warga, namun karena pencarian BLT minyak goreng berbarengan dengan BPNT Kemensos yang berjumlah Rp 200 ribu di setiap bulannya, maka masyarakat nantinya akan menerima bantuan sebanyak Rp 500 ribu pada April 2022. Selain itu, Harry menambahkan pemerintah juga akan menyalurkan BLT minyak goreng kepada 2,5 juta PKL.
” Sedangkan minyak goreng untuk PKL, akan disalurkan melalui TNI/Polri, seperti yang sudah terjadi sebelumnya waktu pemulihan akibat pandemi. Mereka (TNI-Polri) punya data juga, menjaring PKL, pedagang dan juga nelayan,” pungkasnya. (*erla)






