Jakarta, Porosnusantara.co.id
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) terus memperkuat ekosistem kelembagaan untuk meningkatkan rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) guna menunjang pembiayaan lebih kompetitif di masa pemulihan ekonomi nasional tahun ini. Salah satu cara yang dilakukan perseroan dalam meningkatkan CASA, yakni dengan mendorong ekspansi program Campus Financial Ecosystem.
Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto mengatakan pada 2021, dana pihak ketiga yang terhimpun dari universitas serta lembaga pendidikan mencapai Rp12,01 triliun yang mayoritas berasal dari CASA. Dana tersebut terus meningkat seiring dengan ekspansi program-program BNI mengakuisisi beberapa kampus di Jawa dan Bali untuk masuk dalam program Campus Financial Ecosystem.
“Campus Financial Ecosystem akan terus kami perkuat. Ini juga merupakan salah satu program kami untuk meningkatkan DPK khususnya CASA,” kata Sis Apik kepada pers, Senin, (4/4/2022).
Sejalan dengan strategi tersebut, lanjutnya, perseroan juga terus membentuk ekosistem kelembagaan yang berbasis pada solusi digital yang membantu Universitas dan civitas akademis.
Untuk diketahui, Campus Financial Ecosystem merupakan program yang akan BNI fokuskan dalam memberikan solusi keuangan lengkap berbasis digital kepada nasabah lembaga universitas dan para civitas akademis kampus.
BNI memiliki kerja sama sangat lama dengan banyak universitas di Indonesia. Kerja sama erat tersebut bahkan membuat BNI mendapat julukan sebagai Bank Kampus. Sejauh ini, BNI telah bekerja sama dengan 718 lembaga pendidikan.
Pada umumnya, perseroan mengambil peran dalam memberikan solusi transaksi pembayaran uang kuliah hingga cash manajemen universitas sehingga memberi peluang pada BNI untuk meningkatkan dana masyarakat khususnya CASA.






