Pontianak – porosnusantara.co.id ||Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyusun master plan dalam pemanfaatan Kawasan Gelanggang Olahraga (Gelora/Gor) Khatulistiwa untuk dapat memaksimalkan lahan yang ada sebagai sarana penunjang olahraga masyarakat dan atlet Kalbar.
Pasca penertiban bangunan liar di sekitar Kawasan Gelora Khatulistiwa, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat dr. Harisson, M.Kes., bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Dr. Masyhudi, S.H., M.H., Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Prov. Kalbar Windy Prihastari, S.STP., M.Si. dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Y. Anthonius Rawing S.E., M.Si., melakukan peninjauan untuk melihat langsung kondisi terkini dari lokasi tersebut, Selasa (5/4/2022).
“Kita melakukan evaluasi dan melihat secara langsung di lapangan di Gelanggang Olahraga (Gelora/Gor) Khatulistiwa ini dalam rangka supaya ini benar-benar dimanfaatkan, warga sudah menyerahkan ikhlas dan sama-sama kita ikutin semua, mereka sadar ini untuk kepentingan yang lebih baik, untuk kepentingan masyarakat untuk ini dimanfaatkan dan dibenahi” jelas Kajati Kalbar Masyhudi saat diwawancarai usai peninjauan.
Kajati Masyhudi menjelaskan, sesuai petunjuk dari Gubernur Kalbar, agar kawasan Gor Khatulistiwa ini dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat dan atlet Kalbar.
“Gor ini adalah ikonnya dari Kalimantan Barat sebagai fasilitas kegiatan olahraga, baik itu untuk kesehatan masyarakat termasuk juga untuk prestasi atlet kita. Kita akan terus mendorong pemanfaatan gor ini, semoga atlet-atlet kita di semua cabang olahraga bisa berkancah di tingkat nasional maupun internasional.
Di waktu yang sama, Kadisporapar Windy Prihastari mengatakan, kawasan gor ini akan terus dipantau dan diawasi baik itu mengenai keamanan, penertiban maupun kedisiplinan dalam pemanfaatan sarana dan prasarana Gor Khatulistiwa sebagai fasilitas olahraga baik untuk atlet maupun masyarakat berolahraga.
“Untuk masterplan di Kawasan Gelora Khatulistiwa ini sedang kami persiapkan, sudah ada perbaikan-perbaikan dalam hal penentuan venue-venue yang juga kami rapatkan bersama KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat), NPC (National Paralympic Committee) dan juga stakeholder terkait” jelasnya.






