Porosnusantara.co.id || Menghadapi hari raya Idul Fitri 1443 H, tahun 2022 ini agaknya banyak perbedaan yang menarik yaitu euporia FCummat untuk mudik sangat meningkat, info dari pemerintah mencapai 85 juta orang, mereka akan pulang ke kampung halamannya untuk bersilaturahim dengan sanak saudara, mayoritas dari Jabodetabek menyebar ke berbagai kota/kabupaten selindo.
Yang patut di cermati adalah penomena se rangan pandemi covid 19 bahkan telah meluluh lantahkan hampir semua sendi kehidupan termasuk aspek perekonomian dunia, merangsek ke kehidupan beragama, sosial, sampai cara berkomunikasi masyarakat kurun waktu dua tahun lebih sangat terusik, pertanyaan nya apakah momentum tahun ini akan menjadi titik balik pulihnya kehidupan kearah normal atau normal baru akan menjadi budaya baru kedepan.

Belum lagi menengok berbagai persoalan di ranah air, sebut saja tentang kenaikan berbagai harga barang dan jasa seperti minyak goreng, sembako, BBM, berbagi ongkos lainnya apalagi didepan mata akan terjadi inflasi, menurut Syahnan akan berakibat pada menurunnya nilai tukar sampai daya beli.
Bagaimana para pebisnis UMKM menyiasati berbagi tantangan tersebut?.
Nampaknya Indonesia juga akan memasuki neo geo ekonomi ditambah lagi persoalan perang Russia dengan Ukrania, pengalaman mengisyaratkan bahwa krisis itu adalah kondisi perubahan yang dipercepat, maka tak ada jalan mundur selalu kudu maju terus kedepan menghadapi aral dan berbagai rintangan dengan penuh strategi dan rencana jitu agar bisnis semakin cepat pulih menuju pertumbuhan berkelanjutan.
Beberapa tips menurut Ketua Umum DPP Hipmikindo, Syahnan Phalipi, harus senantiasa, meningkatkan kompetensi, Ilmu, pendidikan, pelatihan, coaching, literasi, konsultasi serta pendampingan berkesinambungan.






