Jakarta, Porosnusantara.co.id
Untuk memberdayakan kesejahteraan kehidupan nelayan, maka Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono telah menetapkan tiga program terobosan hingga 2024, dua dari program terobosan menjadi tanggung jawab DJPB. Salah satunya adalah pembangunan kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal, terkait dengan kebijakan tersebut, maka Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) menetapkan empat kabupaten di Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai lokus pengembangan kawasan kampung perikanan budidaya, keempat daerah tersebut ialah Kabupaten Bulungan dan Tana Tidung sebagai kampung udang windu, Kabupaten Nunukan sebagai kampung rumput laut, dan Kabupaten Tarakan sebagai kampung kepiting. demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu kepada pers, Senin, 4/4/2022 di Kantornya.
“Adapun tujuan pengembangan perikanan budidaya adalah peningkatan ketahanan pangan yang dikembangkan lewat komoditas unggulan” ungkap Tebe, sapaan akrab Tb Haeru Rahayu.
Ia juga menjelaskan bahwa kampung perikanan budidaya akan mendorong pola bisnis yang terintegrasi dengan berbasis pada komoditas unggulan dan kearifan lokal, dengan begitu diharapkan akan berdampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
Hal senada juga disampaikan Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara Supito, ia menjelaskan tahun ini merupakan awal implementasi pengembangan kampung perikanan budidaya di wilayahnya. Keempat kabupaten ini dikatakan memiliki basis komoditas unggulan yakni rumput laut, udang windu, dan kepiting. Pihaknya menargetkan dengan adanya kampung perikanan budidaya bakal berkontribusi terhadap peningkatan produksi ikan nasional. Terlebih ketiga unggulan komoditas tersebut dikatakan Supito, juga merupakan target ekspor perikanan.






