Jakarta – porosnusantara.co.id || Beredar di media sosial ajakan permintaan dukungan dari alumni dan civitas akademis Universitas Gadjahmada untuk memerangi radikalisme dan terorisme di kampus tersebut. Hal ini menyusul kasus ujaran kebencian yang disampaikan oleh Prof. Karna Wijaya, seorang seorang gurubesar UGM dari Fakultas MIPA jurusan Kimia yang mendukung kekerasan pada Ade Armando beberapa waktu lalu.
Budayawan Wibowo Arif mendukung penuh seruan di atas. Menurutnya seruan tersebut adalah panggilan pada semua anak bangsa khususnya alumni dan civitas akademi UGM untuk sadar dan bangkit bertindak tegas ikut membersihkan gerakan-gerakan radikalisme dan pendukung terorisme di UGM, dan kampus-kampus lainnya diseluruh Indonesia.
“Tidak boleh lagi ada gerakan mereka di kampus-kampus, khususnya di UGM. Kami tidak akan tinggal diam karena mereka merusak nama baik UGM dan mengancam kemanusiaan,. Jangan ada lagi!” tegas alumni Fakultas Filsafat UGM ini di Jakarta, Selasa (26/4).
Aktivis 98 Yogyakarta ini menjelaskan, sejak reformasi menurutnya memang gerakan intoleransi membesar menguasai kampus-kampus Indonesia. Padahal jaman orde baru mereka hidup dari rezim orde baru dan diam-diam mendukung rezim Soeharto.
“Mereka meracuni mahasiswa baru sehingga tidak bisa berpikir rasional. Mengajak mendukung radikalisme dan menolak kebhinekaan dalam dalam masyarakat. Kalau dibiarin, maka masa depan generasi muda kita isinya tidak akan bisa menerima keindonesiaan yang diproklamasikan 17 Agustus 1945 oleh para pendiri bangsa,” ujar Wibowo Arif.
(Red)






