“Kita jual Rp 13.000 (per liter) karena kita akan jual di bawah HET. HET itu kan Rp 14.000 jadi kita jual di bawah itu masih boleh dong,” tukas Pamrihardi,
Sementara itu, saat ditemui porosnusantara.co.id, salah seorang warga yang ikut mengantri untuk membeli migor curah melalui operasi pasar ini, sebut saja Sukri (45), mengatakan sangat terbantukan dengan adanya operasi pasar minyak goreng curah ini, pasalnya dengan harga yang terjangkau, dirinya dapat kembali berdagang gorengan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta, yang telah menggelar operasi pasar ini, ya, jelas ini sangat membantu kami agar bisa berdagang lagi, karena sudah selama 2 hari, nggak bisa datang karena sulit mencari minyak goreng curah, kalau toh ada harganya sudah tinggi, mas”ucap Sukri bapak dengan 3 orang anak yang sehari-hari berdagang gorengan keliling, di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.
Dari hasil pantauan dilapangan, operasi pasar migor curah di Pasar Tanjung Duren, Jakarta Barat ini sudah digelar sejak pagi hari, dan berakhir menjelang pelaksanaan Sholat Jumaat, sebanyak 8000 liter migor yang tersimpan di dalam mobil tangka, habis ludes dibeli warga yang mengantri. (chy)






