Pemkab Fasilitasi Izin Usaha 191 Orang Pelaku UMKM di Solsel

  • Bagikan

Solok Selatan. porosnusantara.co.id – Guna mendukung dan memberikan kemudahan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berusaha, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui DPMPTSP memfasilitasi penerbitan izin kepada 191 orang pelaku UMKM di daerah tersebut.

Penerbitan izin tersebut, dilakukan bersamaan dengan kegiatan sosialisasi tentang pelayanan perizinan berusaha berbasis elektronik, menggunakan aplikasi OSS (Online Single Submission – RBA) milik Kementrian Investasi/BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) yang telah dilakukan hingga angkatan ke-5.

“Tidak hanya mensosialisasikan perizinan OSS RBA, kita juga langsung dampingi para pelaku UMKM untuk penerbitan izin berusahanya,” kata Plt. Kadis DPMPTSP Solok Selatan, Firdaus Firman di Padang Aro, Jum’at 3/12.

BACA JUGA  PROGRAM KEGIATAN PENERANGAN HUKUM KEJAKSAAN NEGRI KABUPATEN BEKASI DI KECAMATAN MUARA GEMBONG

Sosialisasi menurutnya dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya perizinan dan non perizinan berusaha yang harus dimiliki oleh setiap pelaku usaha mikro dan kecil dan tata cara untuk mendapatkan izin usaha melalui aplikasi OSS – RBA.

Pada kegiatan yang telah berlangsung hingga angkatan ke-5 tersebut, pelaku usaha juga langsung mendaftarkan usahanya pada sistem OSS RBA dan langsung mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

BACA JUGA  Komisi I DPRD Wajo Rapat Tindaklanjuti Aspirasi LSM LAKI dan LSM Pemeras Kades OTT Polres Wajo

Dia menambahkan bahwa pada Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2021, pelaku usaha dapat melakukan pendaftaran untuk kegiatan berusaha dengan menginput data melalui sistem OSS, dan dapat dikerjakan dari rumah masing-masing.

“Jika data yang dimasukan sudah lengkap, maka OSS akan menerbitkan NIB. NIB adalah bukti registrasi /pendaftaran Pelaku Usaha untuk melakukan kegiatan usaha dan sebagai identitas bagi pelaku usaha dalam pelaksanaan kegiatan usahanya,” ujar Firdaus didampingi Kabid Perizinan Afria Senja.

Dalam OSS-RBA pelaku usaha dibagi berdasarkan tingkat resiko. Rendah, menengah dan tinggi. Perizinan antara UMKM dengan usaha besar tidak sama. Untuk usaha dengan risiko tinggi, maka perizinan berusaha yang dibutuhkan berupa “izin”. Sementara untuk usaha dengan risiko menengah, maka perizinan berusahanya berupa sertifikat standar. Lalu untuk usaha dengan risiko rendah cukup berupa pendaftaran atau NIB (nomor induk berusaha) dari OSS.

BACA JUGA  Ketua Komisi IV DPRD Wajo,Jangan Mudik Dulu Sayangi Diri dan Keluarga

Yossi, salah seorang pelaku UMKM dari Pasir Talang bersyukur dapat mengikuti sosialisasi yang dilakukan DPMPTSP tersebut.

“Bahkan Izin Berusaha saya juga sudah terbit usai mengikuti pelatihan tersebut,” tukas Yossi.

Red.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *