Perjuangan Seorang Ibu Menuju Kesuksesan Putra – Putrinya

Bekasi. porosnusantara.co.id – Penjual Makanan Khas Batak di Terminal Kampung Melayu Inang boru Silaen (64) adalah seorang Ibu yang gigih memperjuangkan hidup ke 3 anaknya, ditinggal alm. Suaminya Amang Sianipar, meninggal saat usia 40an. Saat biaya sekolah anak-anak masih dibutuhkan, yang paling bungsu saat itu kelas 2 Sd (9 tahun).Anak pertama dan ke dua saat itu sedang duduk dibangku SMA, tapi Ibu ini seorang diri menggeluti hidupnya dengan penuh keringat dan air mata, Ibu ini berjemaat di HKBP Jatiwaringin, tetapi lebih sering Ibadah di Gereja Duta Injil.

Ambasador, Ibu ini selalu membangun mezbah doa setiap pagi jam 3 dinihari dan jam 4 pagi mulai memasak masakan khas Batak, seperti saksang, tanggo-tanggo, Arsik ikan mas, ikan asin goreng, Sambal tukuk. Ibu ini berdagang mulai jam 09.30 pagi – jam 5 sore, Dari kediamannya naik Ojek dan Jaklingko di Jatibening, Bekasi. dari 7 orang seprofesinya hanya Ibu inilah yang bertahan hingga 20 tahun tetap berjualan Nasi Batak di Terminal Kampung Melayu ini, Ibu ini sudah dikaruniai 4 cucu, semua dari ke 3 anak2nya dan sudah lulus Sarjana yang Putri satu – satunya nya dari Sekretaris St Mary Tarakanita, Yang Putra no 2 dari YAI Salemba Disain Grafis S1 dan terakhir dari S1 UKI Ekonomi, ke 3 anak2nya sudah mapan dan memiliki rumah, mobil masing + masing.

Betapa hati Ibu ini sukacita tetap berjualan dan hidup mandiri dan selalu bersyukur nikmatnya hidup sederhana meskipun dulunya saat Suami hidup memiliki segalanya, mobil angkot, rumah tapi semuanya dijual demi menyekolahkan anaknya hingga sarjana, dan tidak ada yang sia – sia dari pengorbanana Ibu ini, sehingga Ibu Silaen jarang sakit, Ibu ini sangat setia pada profesinya meskipun pernah berdagang baju – baju sekend di Pasar baru, dan menjual uang Baru di Tangerang dulu, tetapi berjualan Nasi Khas Bataklah yang menempanya menjadi petarung di Jakarta ini, Sudah 4 orang yang meninggal seprofesinya juga sudah ada yang pensiun karena ngemong cucu dirumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *