Harapan Akhmad, S.Pd selaku Kepala SMP Nurul Falah terhadap pemerintah adalah, “Harapan kami agar proposal yang telah disampaikan dapat terealisasi dan kami dapat menyambut dengan senang hati karena kami membutuhkan pembangungan dan pengembangan sarana dan prasarana di SMP Nurul Falah yanh masih jauh tertinggal dari sekolah-sekolah lainnya agar sekolah ini diminati oleh masyarakat di wilayah Cilincing,” ujarnya demgan penuh harapan.
Akhmad Rifai, M.Pd jebolan S2 Manajemen Pendidikan Universitas Atthahiriyah selaku Wakil Kepala SMP Nurul Falah bidang Kurikulum juga menyampaikan pernyataannya. Bahwa kurikulum yang ada di SMP.Nurul Falah mengalami perubahan sistem belajar, “Semua pembelajaran sebelum masa covid-19 tertuang dengan belajar tatap muka, tetapi kini dengan sistem luring. Guru akan visitasi ke rumah siswa jika tidak mengikuti pembelajaran,” ujarnya.
Sekolah memantau keberadaan siswa apakah ada kendala terkait kepemilikan gawai.
Kendala yang sangat terasa yang paling krusial dalam pembelajaran adalah modeling pendidikan daring orang tua yang masih banyak belum memiliki gawai untuk dipakai oleh anak mereka.
Sekolah mencari solusi dengan kendala yang ada. Kalaupun diterapkan terus-menerus maka akan ada keberatan. Sebab iti perlu blinded learning dengan tatap muka ke sekolah dengan dibagi waktunya.
PTM (Pembelajaran Tatap Muka) 1 dan 2 sudah dilangsungkan dan di PTM 3 ini baru mendapat SK untuk belajar tatap muka. Untuk PTM 4 sedang dilakukan pendampingan terhadap gurunya, siswa dan orang tua.
Dalam pembelajaran di masa pandemi covid-19 ini SMP Nurul Falah sudah mengikuti standar karena semua tenaga pendidik dan kependidikan telah divaksin.
Dari total 122 siswa tahun 2021 siswa yang telah divaksin 85% siswa, hingga tersisa 15% lagi siswa yang akan segera divaksin.






