Pemegang Kuasa atas Lahan Pantai Marunda Ijinkan Bangunan Digunakan untuk Berdagang Sebelum Masa Pandemi Covid-19 Sejak Tahun 2005

Terkait pemberitaan sebuah media online di Jakarta pada Minggu, 16 Mei 2021 dengan judul : “Bangunan Liar di Pantai Marunda Cilincing Dikhawatirkan Semakin Banyak PKL” sungguh meresahkan masyarakat di Marunda itu sendiri.

Ajit Durohim selaku kuasa yang menjaga keamanan dan ketertiban wilayah tersebut yang seluas kurang lebih 17 ha itu ketika ditemui Rabu, (19/05/2021) di Marunda mennyatakan, “Untuk pemberitaan itu tidak benar. Beberapa pedagang saya berikan ijin berdagang kuliner dan tanah ini bukan tanah Pemda DKI. Untuk masalah bangunan liar atau menambah bangunan baru itu pun tidak benar , karena saya batasi,” ungkapnya.

BACA JUGA  Ketua Dekopinwil Provinsi Lampung Hadiri Pengukuhan Pengurus Dewan Koprasi Pringsewu

“Masalah pemberitaan kemarin di media sangat meresahkan saya dan juga masyarakat karena meminta pemerintah agar membongkar. Saya selaku penguasa lahan ini tidak menerima hal itu,” tandasnya lagi.

Sementara itu salah seorang pedagang di wilayah Marunda yang bernama Sulaiman mengatakan, “Saya berdagang di Marunda ini sejak tahun 2005. Betul sejak tahun 2005 kami sudah diberi ijin Bapak Ajid yang dikuasakan oleh pemilik untuk berdagang. Apalagi di saat pandemi covid-19 kami sangat membutuhkan tempat usaha untuk berjualan,” ungkapnya.

BACA JUGA  Proyek Amburadul Bernikai Ratusan Juta.

Suleman, Ketua Karang Taruna RW 07 Kelurahan Marunda di Kecamatan Cilincing Kota Administrasi Jakarta Utara juga angkat bicara terkait permasalahan pemberitaan yang membuat resah tersebut. Terkait gubuk-gubuk liar yang diberitakan oleh salah satu media online tersebut Tokoh Pemuda tersebut menyampaikan, “Masalah pemberitaan itu tidak benar, saya melihat pemberitaan tersebut sangat meresahkan karena para pedagang yang ada diberikan kesempatan berjualan. Mereka sangat membutuhkan tempat berusaha untuk nafkah keluarga mereka sehari-hari terlebih di masa pandemi covid-19 ini. Sebagai Pengurus Karang Taruna saya sangat menyayangkan pemberitaan tersebut yang dikatakan gubuk liar, dan tidak ada penambahan bangunan yang membuat kumuh,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *