Mengenang Sejarah Burangkeng yang Kini Mulai Hilang di Telan Zaman

“Di Yayasan inilah saya bermaksud untuk mengenang, mengingat sedikit sejarah untuk para pemuda saat ini dengan maksud agar para pemuda jangan sampai melupakan sejarah yang ada dan saya bermaksud untuk menjalankan niat sosial saya kepada anak keturunan saya,” tambahnya.

Terlepas dari sejarah nama Kali Soka yang terdapat pada nama Yayasan tersebut, Moch Hatta juga menjelaskan maksud dan tujuannya mendirikan yayasan tersebut.

“Saya memiliki cita-cita untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, karena saya sendiri terlahir dari keluarga yang tidak mampu dan minim akan pendidikan sekolah, pada saat itu saya tidak bisa baca tulis, saya baru bisa baca tulis pada saat saya menjabat ketua RT, saya menjabat ketua RT selama 8 tahun dan menjabat Kepala Dusun selama 5 tahun, semua itu terwujud karena saya ingin belajar, akhirnya saya bisa. Disinilah saya mengajarkan untuk para pemuda Burangkeng khususnya keluarga saya sendiri untuk tidak berhenti mencari ilmu, dan memberikan ilmu tersebut kepada yang membutuhkan,” ucapnya.

“Yayasan Hatta Kali Soka saat ini memiliki program pendidikan dan sosial, salah satunya TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) untuk anak-anak yang tidak mampu, santunan rutin yatim piatu, dhuafa, jompo dan lain-lain,” bebernya.

“Hari ini kita juga mengadakan Baksos (Bakti Sosial) santunan kepada 30 kaum dhuafa dan jompo yang kita berikan langsung ke rumah mereka masing-masing,” tegasnya.

“Sengaja kita berikan kerumah mereka masing-masing, selain kita berniat untuk membantu meringankan beban mereka, disini kita juga memberikan pesan moril kepada para pemuda Burangkeng, khususnya pengurus Yayasan untuk selalu menghargai orang tua, walaupun kita yang muda sudah merasa mampu dan bisa tapi kita harus selalu menghormati yang lebih tua,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *