oleh

Mengenang Sejarah Burangkeng yang Kini Mulai Hilang di Telan Zaman

Kabupaten Bekasi, porosnusantara.co.id – Yayasan Hatta Kali Soka beralamat di Jl. Raya Burangkeng, No. 82, Kp. Cinyosog, RT. 002, RW. 002, Desa Burangkeng, Kec. Setu, Kab. Bekasi, sebuah Yayasan yang mengenang sebuah nama aliran Kali di Burangkeng yang kini sudah hilang ditelan peradaban jaman. Rabu, (12/05/2021).

Yayasan Hatta Kali Soka yang berdiri pada tanggal 17 Februari 2021, sebuah Yayasan yang bergerak dibidang pendidikan dan sosial, dengan memakai sebuah kata Kali Soka untuk mengenang sebuah aliran Kali yang dahulu membentang luas di Desa Burangkeng dan kata Hatta untuk meneruskan cita-cita mulia Moch Hatta salah satu pendiri Yayasan tersebut.

Saat ditemui awak media, Moch Hatta (69) salah satu pendiri Yayasan Hatta Kali Soka yang juga tokoh sesepuh Desa Burangkeng menuturkan, “Dahulu sewaktu saya kecil disini ada sebuah Kali yang bernama Kali Soka, Kali Soka tersebut Kali yang membentang luas di Desa Burangkeng”.

BACA JUGA  Bupati Way Kanan Hadiri Pelantikan  Karang Taruna Kabupaten Way Kanan

“Kali Soka dahulu merupakan satu-satunya sumber air yang dimanfaatkan warga Burangkeng untuk mengairi seluruh sawah yang ada di Burangkeng,” jelasnya.

“Burangkeng salah satu desa tertua dan terluas diwilayah Kecamatan Setu pada masa itu, bahkan wilayah Burangkeng sampai ke Desa Ciledug,” lanjutnya.

Lebih lanjut Moch Hatta menjelaskan, “Karena wilayah Burangkeng yang terlampau luas, akhirnya dilakukan pemekaran wilayah, salah satunya Desa Ciledug, dan kami warga Burangkeng mengusulkan nama untuk Desa Ciledug pada saat itu yaitu Kali Soka karena Kali Soka sudah berubah nama menjadi Kali Cinyosog/Burangkeng, tetapi usulan nama tersebut tidak diterima oleh pemerintah pada saat itu dan akhirnya pemekaran wilayah Burangkeng diberi nama Ciledug”.

“Yayasan Hatta Kali Soka memiliki kata Hatta nama saya sendiri, Kali Soka, aliran Kali di Burangkeng yang sudah berganti nama menjadi Kali Cinyosog/Burangkeng,” ujarnya.

BACA JUGA  MPR RI dan APKASI Tandatangani MoU Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

“Di Yayasan inilah saya bermaksud untuk mengenang, mengingat sedikit sejarah untuk para pemuda saat ini dengan maksud agar para pemuda jangan sampai melupakan sejarah yang ada dan saya bermaksud untuk menjalankan niat sosial saya kepada anak keturunan saya,” tambahnya.

Terlepas dari sejarah nama Kali Soka yang terdapat pada nama Yayasan tersebut, Moch Hatta juga menjelaskan maksud dan tujuannya mendirikan yayasan tersebut.

“Saya memiliki cita-cita untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, karena saya sendiri terlahir dari keluarga yang tidak mampu dan minim akan pendidikan sekolah, pada saat itu saya tidak bisa baca tulis, saya baru bisa baca tulis pada saat saya menjabat ketua RT, saya menjabat ketua RT selama 8 tahun dan menjabat Kepala Dusun selama 5 tahun, semua itu terwujud karena saya ingin belajar, akhirnya saya bisa. Disinilah saya mengajarkan untuk para pemuda Burangkeng khususnya keluarga saya sendiri untuk tidak berhenti mencari ilmu, dan memberikan ilmu tersebut kepada yang membutuhkan,” ucapnya.

BACA JUGA  Kapolri Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Ketahanan Nasional

“Yayasan Hatta Kali Soka saat ini memiliki program pendidikan dan sosial, salah satunya TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) untuk anak-anak yang tidak mampu, santunan rutin yatim piatu, dhuafa, jompo dan lain-lain,” bebernya.

“Hari ini kita juga mengadakan Baksos (Bakti Sosial) santunan kepada 30 kaum dhuafa dan jompo yang kita berikan langsung ke rumah mereka masing-masing,” tegasnya.

“Sengaja kita berikan kerumah mereka masing-masing, selain kita berniat untuk membantu meringankan beban mereka, disini kita juga memberikan pesan moril kepada para pemuda Burangkeng, khususnya pengurus Yayasan untuk selalu menghargai orang tua, walaupun kita yang muda sudah merasa mampu dan bisa tapi kita harus selalu menghormati yang lebih tua,” pungkasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini