Daerah  

Pendapatan Alfamidi naik 9,59% di Kuartal 3/2020.

Tangerang, porosnusantara(18/11/20) – Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi semua sektor usaha tak terkecuall sektor ritel dlmana masyarakat diharapkan untuk tinggal dl rumah (stay at home) dan pembatasan sosial (social distancing).

Hal ini dikarenakan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh beberapa daerah maupun kota.

Atas pemberlakuan PSBB tersebut juga berpengaruh kepada pembatasan Jam operasional toko di beberapa daerah. Akibatnya, jumlah pengunjung dan pembeli yang masuk ke toko Alfamidi pun mengalami penurunan yang cukup slgniflkan.

Kondisi dl atas diperparah dengan banyaknya sektor industri besar yang dengan terpaksa harus menutup usahanya dikarenakan tidak ada demand dan terus merugi. Hal lnl tentu berdampak pada melonjaknya jumlah pengangguran dan penurunan daya bell masyarakat secara umum.

Menurut Suantopo Po, Corporate Secretary PT Midi Utama Indonesia Tbk., Dalam kondlsl seperti di atas, masyarakat dipaksa untuk lebih selektif lagi dalam berbelanja,
mereka lebih mengedepankan kebutuhan dan menahan keinginan.

Mesklpun dunla usaha sedang diuji dengan Pandemik Covid-19, namun sampai dengan kuartal 3 tahun 2020 Perseroan masih mampu tumbuh sebesar 9,59% dari rp 8,68 trmun dl perlode yang sama tahun 2019 lalu menjadi Rp 9.51 triliun di kuarta| ketlga tahun 2020. Sayangnya, kenaikan pendapatan tersebut berbanding terbalik

dengan Iaba Perseroan yang minus sebesar 2,82% dari periode yang sama tahun 2019. Di akhlr kuartal 3/2020, Perseroan membukukan Iaba sebesar Rp 137,47 miliar, sementara d! periode yang sama tahun 2019 Iaba perseroan berada di angka Rp 141,46 miliar. Hal ini dikarenakan kenaikan biaya operasiona| yang tidak sebanding dengan kenaikan pendapatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *