FRESH juga akan menggalakan Program peternakan sapi. Pemerintah siap mengalokasikan dana pengadaan ternak sapi dengan berat minimal 220 kilogram lalu dibagikan dalam bentuk hibah pada warga. Jika dipelihara dengan baik maka bulan keempat atau kelima berat sapi bisa 300 kilogram.
“Tentu sarana lain yang disiapkan pemerintah adalah hijauan pakan ternak juga kebutuhan air. Kalau ini dijalankan maka saya yakin masyarakat akan sejahtera,” ungkap Frengky.
Selain itu, Kelestarian tenun ikat TTU. Pola yang digunakan adalah pemerintah menyiapkan anggaran dalam APBD untuk membeli seluruh hasil tenun ikat masyarakat. Lalu hasil yang sudah dibeli, oleh pemerintah melakukan kerja sama dengan pengelola industri lalu uangnya dimasukan menjadi PAD.
” Sebetulnya fungsi anggaran hanya jembatan untuk memasarkan hasil tenun warga karena dia sulit menjual ke pasar. Sirkulasinya jalan. Kita juga berdayakan kerajinan tangan berupa anyaman itu proteksi pemerintah sehingga jadi bahan cindera mata karena tidak sulit dipasarkan,” jelasnya.
Dia juga memastikan lumbung pangan TTU harus memberi hasil yang baik. Selama ini daerah lumbung terabaikan bahkan tidak terpakai. Selama ini gagal panen. FRESH siap bangkitkan mutiara yang tidur ini dengan cara membangun bendungan di beberapa titik di TTU.
Pihaknya siap berkomunikasi ke pusat sehingga bisa mendapatkan embung besar dan fraksi-fraksi pengusung pasti mendukung bersama politisi partai yang ada di Kementrian.
FRESH juga dalam program membangun rumah yang layak huni dengan meninggalkan pola stimulan karena itu membuat warga semakin sulit, rakyat terbebani karena swadaya. Pola hidup keluarga miskin tidak bisa diselesaikan.
Maka pola yang digunakan adalag pemerintah bangun rumah dengan siapkan bahan. Dengan kemampuan fiskal bisa diselesaikan secara bertahap selama lima tahun tinggal diatur melalui pengelolaan APBD secara baik.






