Maka dari itu mari kita sambut suasana ini dengan penuh suka cita, dan kita sambut dengan persiapan Sumber Daya Manusia yang lebih baik dan lebih berkwalitas. Dengan meningkatkan skil kita,dengan meningkatkan kemampuan kita didalam menata acara di berbagai iven, baik diacara rumahan maupun dalam acara acara besar.”
Setelah kata sambutan disampaikan, dilanjutkan berbagai acara, salah satunya membuat program program kerja selanjutnya.
Tidak ketinggalan diadakan acara tembang tembang macapatan dengan cara bergilir bagi setiap anggota yang hadir. Dengan diawali bawa lagu Caping Gunung patet pelog barang oleh Sdr Bagong Sugiyanto. Dilanjutkan tembang macapat dandanggula lagu Stya Tuhu. Dan seterusnya setiap anggota yang hadir mendapat giliran untuk menyanyikan bawa bawa lagu faforitnya.
Setelah acara selesai dilanjutkan doa penutup yang dipimpin oleh : Sdr Suwanto MK/41 selaku pemimpin spiritual paguyuban PAPAN BARA.
Komunitas Papan Bara dibentuk pada tanggal 7 Juli 2017. Pada waktu itu beranggotakan baru 5 orang. Hasil gagasan dari Haryono Gogon dengan motifasi “Meningkatkan Profesionalisme Panatacara dan meningkatkan derajat martabat Panata Cara.”
Dengan semboyan : “ Ngungak Mekaring Jagat Panatacara” yang kalau diartikan dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya : “ Membuka Pintu Wawasan Dunia Panatacara”.
Paguyuban PAPAN BARA saat ini beranggotakan 22 orang yang tergabung dari empat wilayah. Yaitu : Banjar Negara, Purbalingga, Wonosobo, dan Temanggung.
Kiprah atau kegiatan selama ini yang sudah disuguhkan ke masyarakat, tidak hanya dibidang panatacara diacara hajatan dan seni suara lagu lagu jawa saja, akan tetapi sesekali ikut berpartisipasi membantu pemerintah daerah kususnya Banjar Negara dalam melaksanakan iven iven budaya yang sifatnya berskala besar. Contohnya apabila pemerintah daerah sedang mengadakan gebyar budaya, lomba budaya daerah, dan lain lain.






