“Pemberian CSR kepada kelompok tani ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani penerima KUR di sektor produksi serta menambah portofolio penyaluran KUR oleh BNI,” ujarnya.
“Dan dengan KUR, para petani mendapatkan akses pembiayaan yang mudah dan murah dan juga petani mendapat pendampingan.
Dengan demikian produksi pangan semakin meningkat dan kesejahteraan petani pun naik,” tambah Tambok.
Di tempat yang sama, Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan, Indah Megahwati menambahkan selain sosialisasi KUR, kegiatan ini juga menyampaikan pentingnya peran teknologi menuju pertanian 4.0.
“Kami mengimbau kepada kepala – kepala dinas, penyuluh, kepala BPP, agar selalu mengikuti kegiatan – kegiatan yang dilakukan bank.
Jadi ada informasi terbaru yang mereka dapat, “karena Pertanian kita itu sebenarnya sudah ada saling keterkaitan antara pembiayaan dengan teknologi”, tutur Indah.
Ia menegaskana Kementan selalu mendukung kegiatan yang menyongsong era pertanian 4.0 karena memiliki manfaat yang luar biasa untuk para petani.
Program KUR dipastikan mendorong petani untuk menerapkan teknologi pertanian 4.0 karena memperoleh kemudahan pembiayaan dan pendampingan.
“Kita akan adakan lagi kegiatan seperti ini, agar alat – alat yang ada bisa berguna buat kelompok – kelompok tani kita.
Mereka bisa membeli melalui KUR, dan akan terhubung dengan kita,” tegasnya.
Hadir pada kegiatan ini Inspektur Jenderal Kementan, Justan Riduan Siahaan, Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan, Suwandi, Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, Dirjen Perkebunan Kasdi Subagiyono dan Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah, Suryo Banendro.
( Dwi* )






