Sebelumnya, dalam diskusi di kantor Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jawa Barat, Teten menyatakan, bangkitnya koperasi susu sangat diharapkan untuk menguatkan ekonomi rakyat. Dalam 10 tahun ke depan Indonesia menghadapi bonus demografi yaitu kondisi proporsi jumlah penduduk usia produktif terbesar dalam piramida penduduk Indonesia.
“Peningkatan jumlah penduduk disertai dengan peningkatan permintaan masyarakat akan bahan pangan termasuk di dalamnya produk susu dan olahannya, ini akan menjadi momentum bagi para peternak untuk terus meningkatkan produksinya guna memenuhi kebutuhan susu nasional tanpa bergantung pada produk impor,” kata Menkop. 
Untuk itu, Teten kembali menegaskan bahwa perlu adanya kerjasama lintas sektor untuk memanfaatkan lahan perhutanan sosial untuk hijauan. Kerjasama dengan industri tepung untuk pengadaan weat pollard sebagai bahan baku konsentrat dan peningkatan mutu genetik melalui pengadaan sapi perah impor dengan skema pembiayaan KUR khusus peternakan.
“Ke depan peternak akan makin sejahtera, kebutuhan sapi, domba, kambing makin banyak”, tegas Teten lagi.
Segera Diatasi
Sementara itu, pengurus GKSI Unang Sudarma mengatakan, minum susu merupakan cara yang paling mudah untuk meningkatkan gizi, susu makanan paling mudah dicerna. Untuk itu ia berharap agar kendala-kendala terkait produksi susu harus segera diatasi.
Kendala itu antara lain pengadaan populasi bibit sapi perah dan kurangan modal. “Yang lebih penting juga bagaimana agar generasi milenial tertarik menjadi peternak sapi. Kini, usaha sapi perah menjadi usaha yang cukup menarik dengan menggunakan tekhnologi, tidak lagi terkesan kotor, kumuh dan kampungan,” harap Unang.
Dirut PT Industri Susu Alam Murni Yusuf Munawar mengungkapkan hal yang sama terkait sulitnya mendapatkan bibit yang bagus. Yusuf pun sepakat bila peternak susu ini dikelola koperasi akan menurunkan biaya produksi hingga 25%. “Kapasitas produksi 200 ton, dan saat ini baru dimanfaatkan 75%. Karenanya kami masih bisa memproduksi susu lebih banyak lagi jika bahan baku susunya tersedia,” jelas Yusuf.






