“Kekurangan gizi pada usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak,menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postur tubuh tidak maksimal saat dewasa.Kempuan kognitif para penderita juga berkurang,sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi jangka panjang bagi Indonesia,”jelas dr susanny said,S.Ked
Ia juga menjelaskan,data Stunting di wilayah Pitumpanua ada 34 orang itu merupakan PR besar bagi kami dari pihak kesehatan dan pemerintah kecamatan pitumpanua.
“Mari cegah stunting pada anak dengan mengoptimalkan pengasuhan pada anak dengan mengoptimalkan pengasuhan pada 1000 hari pertama kehidupan.1000 Hari Pertama Kehidupan ( HPK ) adalah 270 selama kehamilan dan 730 hari dari lahir sampai berusia 2 tahun,” jelasnya kepada peserta.
Pemateri Yusuf Amir, S.Gz menjelaskan ,Penyebab Stunting berkembang dalam jangka panjang dan merupakan gabungan dari beberapa faktor.Berikut faktor penyebab terjadinya stunting:
-Kurang gizi kronis dalam jangka waktu lama pada anak
-Kondisi Anemia dan kekurangan gizi pada wanita selama masa kehamilan sehingga berpengaruh pada janin.
-Kegagalan/Abnormal pertumbuhan fisik janin di setiap tahap kehamilan (Retardasi intrauterine)
-Kasus infeksi yang sering terjadi di awal kehidupan seorang anak.
Sanitasi lingkungan buruk yang berdampak pada rendahx kesehatan ibu dan anak.
“Waktu terbaik untuk mencegah stunting adalah selama kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan 1.000 hari kehidupan,” Yusuf Amir menjelaskan.Diakhir sosialisasi beliau juga menjelaskan langkah mencegah Stunting:
-Ibu harus mengkomsumsi nutrisi yang di butuhkan selama masa kehamilan dan menyusui
-Memberikan nutrisi yang lengkap kepada anan,seperti memberikan ASI eksklusif dan nutrisi penting lainnya seiring pertambahan usia.
Menerapkan pola hidup bersih dan sehat,terutama mencuci tangan sebelum makan,minum air yg aman.mencuci peralatan makan dan dapur,membersihkan diri setelah buang air besar atau kecil,serta memiliki sanitasi yang ideal(toilet yang bersih).






