la mengharapkan peran serta semua elemen masyarakat bersama dapat mengoptimalkan setiap perubahan yang terjadi di kancah teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam meningkatkan nilai tambah di setiap kegiatan pembangunan. Pada saat bersamaan pengembangan danberbagai aplikasi TIK juga bisa dimaksimalkan untuk pembangunan wilayah, pemerataan hasil pembangunan dan memperbanyak pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Sejalan dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru ke provinsi Kalimantan Timur, diharapkan buku putih ini dapat memberikan awal kemampuan digital lintas sektor pemerintahan untuk aplikasi layanan publik seperti kependudukan, kesehatan, logistik dan perhubungan, manajemen masalah keuangan, serta layanan finansial. Di samping itu, beberapa target standar pita lebar (Broadband Standard Recommendation), ketentuan / kebutuhan kinerja (persyaratan kinerja) untuk data rate tinggi, dan strategi ITU 2020-2023 diharapkan dapat memberikan spesifikasi kebutuhan awal pemindahan IKN berbasis TIK.
Eddy Satriya, Asisten Deputi Telematika dan Utilitas, Kemenko Perekonomian menambahkan arah kebijakan strategis yang disampaikan dalam buku putih ini membahas pembangunan dan pemerataan infrastruktur digital untuk memacu tumbuhnya inovasi pada industri vertikal dan pengembangan sumber daya di bidang TIK yang andal.
Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara, Indonesia diperkirakan akan menanggguk hingga $ 40 miliar pemasukan dari ekonomi Internet di tahun 2019, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 49 persen per tahun.3 Dengan jumlah pengguna Internet yang mencapai 171 juta jiwa di tahun 2019 (APJII) Indonesia juga menjadi negara terdepan dalam hal penetrasi digital di kawasan ini.






