Yerri juga menyarankan bahwa dengan melihat keberhasilan dari aturan yang berhasil diterapkan di bandara dan stasiun.
“Pemerintah Papua seharunya mulai saat ini mulai mengantisipasi kalau ingin angkutan laut bisa jadi primadona di negara ini khususnya di Papua, berarti semua hal harus mulai diperhatikan dalam hal tingkat kenyamanan”.
Awalnya memang kita mengalami kesal diperiksa, tapi akan menimbulkan kenyamanan juga buat kita,” tegas Yerri.
“Maka itu, Pelni dan Pemerinta harus saling mendukung dalam memperketat aturan di pelabuhan layaknya di bandara dan stasiun baik untuk penumpang maupun untuk barang dengan menggunakan xray dan metal detector.
Pasalnya kejadian kekerasan serta pencurian bahkan pembunuhan
yang kerap terjadi, oleh karena minimnya pengawasan pada saat penumpang naik dari pelabuhan menuju ke dalam kapal Pelni.
“Maka itu, di harapkan pemerinta bersama pihak Pelni agar lebih memperketat aturan mulai dari pelabuhan sampai saat penumpang berada di dalam kapal, hal ini tentunya guna untuk menjamin kenyamanan para pengguna jasa Pelni itu sendiri,” tandas Yerri Basri Mak.
( Nasarudin )






