Secara bertahap, pengembangan budidaya jagung juga akan dilaksanakan di Lapas Terbuka Kendal dan Lapas Terbuka Nusakambangan. Lahan seluas 15 hektar telah disediakan di Lapas Terbuka
Kendal, sedangkan Lapas Terbuka Nusakambangan memiliki lahan seluas 40 hektar. Proses penanaman akan diselenggarakan dalam waktu dekat seiring dengan musim hujan yang telah tiba.“ Kami sangat berterima kasih kepada seluruh mitra yang telah mendukung program ini. Semoga, kedepannya dapat menjangkau wilayah lain dengan komoditas yang lebih beragam. Untuk WBP Indonesia yang unggul,” tutup Utami.
Pemberdayaan WBP sejatinya sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, di bidang sumber daya manusia. WBP yang selama ini termarjinalkan dikuatkan kembali melalui
berbagai program pembinaan di dalam lapas. Dalam hal menjaga ketahanan pangan, WBP akan diasumsikan sebagai petani yang nantinya mendapat endorsement dari dinas pertanian. Program ini juga dapat dikatakan sebagai regenerasi petani Indonesia dimana saat ini jumlah petani muda semakin Banyak.






