56% Anggaran Kemenkop dan UKM Dialokasikan Untuk Peningkatan Daya Saing UMKM dan Koperasi

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bersama Wakil Menteri I Kementerian BUMN Budi Gunadi Sadikin dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat Rapat Kerja dengan DPR RI Komisi VI dengan agenda perkenalan Anggota Komisi VI yang baru, sekaligus membahas target penyelesaian road map 5 Tahun Kementerian/lembaga di Gedung Nusantara 1 DPR RI. Jakarta,Rabu(7/11/2019).

Sementara anggota Komisi VI DPR RI lainnya yakni Mohamad Idris Laena sempat mempertanyakan lima program strategis yang dicanangkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang dianggap tidak menyentuh koperasi dan hanya fokus pada UKM.

“Tidak ada program tentang koperasinya, ini perlu mindset harus disamakan dulu. Ada hal yang berbeda ketika bicara tentang koperasi dan UKM. Kita harus bedakan dulu koperasi ya koperasi dan UKM ya UKM,” kata Idris.

Idris mengusulkan agar ke depan dilakukan restrukturisasi manajemen di lingkup Kementerian Koperasi dan UKM.

“Perlu ada deputi yang mengurus soal koperasi, dan khusus deputi yang mengurus UKM karena ini dua hal yang berbeda,” kata Idris.

Sementara anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN Nasril Bahar mempertanyakan eksistensi Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) apakah akan dipertahankan atau tidak ke depan.

“Dalam dua tahun mati suri, menitipkan uang negara kepada perbankan padahal semestinya dana bergulir digulirkan ke koperasi dan UMKM,” kata Nasril. (Mr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *