“Danau Tempe dulunya penghasil Red Beans, Red Beans adalah semacam kacang merah terbesar mulai abad ke-8 sampai ke abad ke 14, Kacang merah adalah kacang yang paling mahal di Eropa utamanya di Rusia dan cikal bakalnya tanaman ini berasal dari pinggiran Danau Tempe, kacang merah dalam bahasa bugisnya atau dalam bahasa Bugis kuno disebut dengan “CeMPE” dan ini Kemudian berulang-ulang dari generasi ke generasi sehingga berubah nama menjadi ” TEMPE ” dan itu adalah asal mula penamaan dari pada Danau Tempe,” ungkap Suryadin Laoddang menambahkan.
Dan dikatakan kalau sayang cerita ini tidak ada yang mengangkat, tidak ada yang menceritakan dan tidak ada yang membahasakan, makanya dia berharap kepada adik mahasiswa, supaya cerita ini diangkat jadi narasi di Sulawesi Selatan kemudian menjadi narasi di tingkat Nasional dan itu harus memang diangkat.
“Dua hari yang lalu, saya baru dari Banyuwangi Dan ada hal yang menarik di Banyuwangi yang bisa dicontoh Kabupaten Wajo, kalau di Banyuwangi dipromosikan jeruk manisnya dimana aslinya tanaman ini berasal dari Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan namanya Lemo Cina dan Lemo Cina ini ada di Banyuwangi sekarang sudah menggeser dominasi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara sebagai penghasil sumber Lemo Cina di Pulau Jawa,” jelas Suryadin Laoddang.
Disampaikan bahwa kenapa ini bisa terjadi, karena petani penggarapnya bikin perkebunan Lemo Cina, lalu semua anak SMK di Banyuwangi ada MoU dengan penanam penanam digital ini, mereka tidak lagi dimagangkan di kantor-kantor pemerintah seperti kemarin yang 3 bulan jangka waktunya, tapi mereka diajarin ilmu-ilmu digital diajarin bikin website, YouTube, Vlogger dan Instagram.
Mereka mempromosikan hasil pertanian di Banyuwangi, artinya kalau kebijakan ini sampai di Kabupaten Wajo, katakanlah 300 anak mempromosikan semua potensi-potensi di Kabupaten Wajo, Insya Allah akan berkembang menjadi luar biasa dan ini Low Cost dan ini tidak perlu menghadirkan uang banyak untuk menggaji Youtuber youtuber tadi






