Masjid Tua Tosora, Akan di Revitalisasi Pemkab Wajo ini harapannya

” Kalau bisa dilakukan lokakarya atau diseminarkan dan akan menjadi bahan referensi sejarah menjadi pembelajaran paling tidak aktualisasi nilai nilai budaya, kearifan lokal yang kita miliki, sehingga bisa jadi tempat yang baik,” kata Bupati Wajo.

Prof Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, mengatakan bahwa program ini harus dimulai, dan dikatakan ketika berziarah ke tempat itu, dan ketika itu juga berjanji untuk bagaimana mengamankan artefak-artefak di sana.

Dan dijelaskan kalau Syekh Jamaluddin Al Akbar Al Hussein merupakan keturunan atau nenek dari Sunan Ampel dan situs ini mendapat pengakuan internasional yang dijelaskan bahwa beliau itu turunan kedua puluh Rasulullah dan merupakan Marga Husein atau anak dari Sayyidina Ali.

Dan gambar dari perencanaan situs ini sudah dirampungkan semua, dan ini bukan Masjid yang dipakai untuk salat lima waktu, tapi hanya dipakai untuk berzikir, salat sunat atau salat qasar saja, jadi tidak ada speaker atau sound systemnya karena sudah ada masjid di dekat situ.

“Jadi hanya betul – betul memfasilitasi orang yang haul atau berdzikir, modelnya dikembalikan waktu zaman 1936 dalam model pendopo dan non muslim juga bisa berkunjung ke sana, sehingga nanti ada pelataran khusus untuk yang non muslim, medianya juga terbuka atap saja yang nanti hanya menaungi makam dari Syekh Jalaludin,” ungkap Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng.

( Humas Pemkab Wajo )
Nenk CHIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *