Kemenko Perekonomian dan Bulog Dukung Kementan Dorong Promosi Konsumsi Kedelai Lokal

Dia juga mengatakan potensi budidaya kedelai lokal cukup tinggi, pasarnya luas dan punya rasa khas serta menyehatkan. Sebanyak 72% kedelai lokal diproses di Jawa dan di tanam di Jawa. ” Pasar yang besar juga di Jawa,” kata Darto.

*Jadi Sandaran Hidup 92 Ribu IKM*

Darto menyatakan kedelai tak sekadar sebagai pangan rakyat yang bergizi dengan harga murah. Kedelai juga menjadi sumber penghasilan masyarakat, sehingga 92 ribu Industri Kecil Menengah (IKM), 50% nya berupa industri tempe dan 40% nya industri tahu sangat tergantung bahan baku kedelai. ” Sisanya berupa industri kecap (10 persen, red), tauco dan olahan lainnya juga sangat tergantung pada bahan baku kedelai,” jelasnya.

Menurut Darto, sebagai sumber protein yang murah dibanding daging ayam, telor dan ikan, keberdaan kedelai lokal bisa dikembangkan dengan baik dari hulu hingga hilir. IKM pun perlu jaminan bahan baku untuk keberlanjutan usahanya. ” Sebagai sumber protein yang murah, pemerintah perlu terus mendorong perluasan budidaya kedelai lokal,” katanya.

Keberadaan kedelai lokal, juga bisa menghemat devisa negara, dan mengurangi risiko kelangkaan bahan baku. Dan yang tak kalah penting dengan kedelai lokal bisa menyehatkan masyarakat,” tambah Darto.

*Bulog Bisa Jadi Bufferstock Kedelai*

Di tempat yang sama, Kepala Divisi Pengadaan Pangan Lain Perum Bulog, Yayat Hidayat Fatahilah mengatakan ke depan Bulog bisa jadi buffer stock kedelai. Sesuai regulasi pemerintah seperti yang termaktub dalam Inpres No.5/ 2015 Bulog bisa beli beras ke petani dengan harga Rp 7.300/kg.

” Di kedelai pun kalau nanti sudah ada harga pembelian pemerintah, Bulog bisa beli kedelai ke petani dengan harga Rp 8.500 perkilogram,” bebernya.

Yayat menambahkan setelah ada ketentuan harga pembelian pemerintah yang nantinya diatur melalui Inpres, Bulog bisa beli langsung ke petani kedelai lokal. Selanjutnya, Bulog bisa menyalurkan kedelai lokal ke sejumlah pengrajin tahu tempe, koperasi dan IKM lainnya. ” Saat ini Bulog belum bisa leluasa karena dalam membeli kedelai hanya berdasarkan harga acuan pembelian dari Permendag,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *