Dengan Screen House 700 m2, Petani Cabai Cianjur Cukupi Kebutuhan Hidup dan Amankan Pasokan Cabai

Pertanaman cabai dilakukan tumpang sari dengan sayuran daun “ horenzo ” sebanyak dua kali tanam. Terhitung panen sejak Juli, ia mampu 22 kali petik sampai akhir panen. Produktivitas cabai mencapai 2 kg per pohon. Ia mengaku dari hasil panen bisa memperoleh Rp 90 juta. ” Itu baru cabai. Kalau dihitung – hitung pendapatan bersih yang kami terima dari hasil panen cabai dan sayuran daun sekitar Rp 45 juta selama 9 bulan, atau sekitar Rp 5 juta per bulan,” sambung Didin tersenyum.

Plt Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Sukarman dihubungi melalui media whatsapp menyatakan akan terus melakukan pendampingan bagi petani cabai. ” Kita perlu tumbuhkan petani andalan atau yang biasa disebut dengan petani champion di wilayah lain sehingga stabilisasi pasokan cabai tetap terjaga secara merata,” ujar Sukarman.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Supriatna Hasan. Pria yang biasa dipanggil Abah Hasan mengaku bangga dengan kinerja petani cabai binaannya. Keberanian mencoba teknologi baru terbukti dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi dan pendapatan petani. ” Kita contoh Didin, dengan 700 m2 _screen house_ ia membantu negara dalam pengamanan pasokan cabai dan hasilnya cukup untuk mencukupi kebutuhan hidupnya,” tutup Hasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *