Melalui Kris, Pemkab Klungkung membuat sistem transportasi gawat darurat pra-rumah sakit. Selain dengan call center petugas kesehatan Pemkab Klungkung juga bisa dihubungi via gelombang radio dengan frekuensi 173,400 MHz. Pemkab Klungkung berkolaborasi dengan unit kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit sebagai jejaring pelayanan kesehatan. Selain itu, masyarakat juga memperoleh keringanan biaya karena tidak perlu mencari sendiri kendaraan.
Di sisi lain, KRIS Klungkung juga memberikan pembinaan dan pelatihan bagi masyarakat umum sehingga, masyarakat juga dapat berperan aktif dalam menjaga masalah kesehatan serta ikut terlibat dalam tim. Tim kesehatan yang tergabung dalam Kris juga ikut pada kegiatan pertolongan pertama pada kecelakaan apabila ada kegiatan masyarakat. “Home Care” kepada masyarakat kurang mampu juga diberikan oleh Pemkab Klungkung melalui inovasi Kris.
Dengan adanya KRIS Klungkung memberikan dampak pelayanan yang cepat pada pelayanan gawat darurat. Keberhasilan layanan KRIS Klungkung dapat dari kecepatan penanganan kasus dan kepuasan masyarakat. Pada 2016, waktu respon mencapai 15 menit. Kemudian pada 2017, waktu respon lebih cepat 1 menit, yakni 14 menit. Lebih cepat lagi pada tahun 2018, yakni 12 menit. Angka kepuasan masyarakat dengan inovasi Kris sebesar 99 persen pada tahun 2018. Seluruh panggilan yang masuk ke “call center” atau masyarakat yang membutuhkan pertolongan gawat darurat telah mendapat pelayanan dari Kris Klungkung.
Ke depannya, inovasi Kris akan terus dikembangkan. Mengingat, Kepulauan Nusa Penida juga membutuhkan optimalisasi pelayanan kesehatan. Suwirta menyatakan, akan mengembangkan ambulans laut untuk menggapai Nusa Penida. Inovasi Kris cukup mudah untuk direplikasi. “Beberapa daerah seperti Tabanan, Gianyar, dan Karangasem telah melakukan koordinasi serta kaji banding,” pungas Suwirta. (don )






