Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi menyebut bahwa Kementan saat ini sebagai penjembatan antara petani dan eksportir agar bisa memperpendek rantai pemasaran. Oleh sebab itu, Suwandi meminta petani bermitra dan diperluas pasarnya. ” Harga ketan hitam sudah tinggi dan bagus, tinggal benahi profesionalitas kelompoktaninya,” sebutnya.
Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Hendi Jatnika menyambut baik apa yang diinginkan para eksportir. Bahkan pihaknya berencana mengembangkan beras khusus, seperti beras organik, beras hitam, beras merah, basmati dan japonica.” Mitra sudah datang, tinggal bagaimana memperpendek jalur pemasaran,” katanya.
Perlu diketahui petani di Kabupaten Bandung ada luas pertanaman beras ketan hitam sekitar 840 ha dengan varietas lokal. Provitas rata – rata tercatat 5,5 ton sampai 7 ton per hektar. Harga saat ini sekitar Rp 8 ribu gabah kering panen dan harga berasnya Rp 20 ribu per kg.






